Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sempat bebas, terduga guru cabul SMK di Samarinda ditangkap lagi

Sempat bebas, terduga guru cabul SMK di Samarinda ditangkap lagi ilustrasi pencabulan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi kembali meringkus guru SMK di Samarinda, Kalimantan Timur berinisial DD (42) yang dikabarkan sempat melenggang bebas setelah berdamai dengan 2 siswi yang diduga dicabulinya. DD kini meringkuk di penjara Polresta Samarinda. Penjemputan kembali DD dilakukan dalam waktu kurang dari sepekan oleh tim Reskrim.

"Sudah, sudah kita tahan. Teman-teman (wartawan) juga ada yang komunikasi ke saya. Rupanya memang benar, dan terima kasih buat teman-teman (wartawan)," kata Kapolresta Samarinda AKBP Vendra Riviyanto, ditemui di halaman parkir Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, sore ini.

Vendra menilai, pemberitaan media terkait dugaan perilaku guru DD yang tidak senonoh kepada 2 siswinya, jadi kontrol bagi jajarannya.

"Karena itu juga pengawasan eksternal daripada kita, saya mitra teman-teman, teman-teman mitra saya juga," ujar Vendra.

Vendra memastikan tidak hanya kasus guru DD, setiap kasus yang ditangani kepolisian, akan jadi perhatian untuk dituntaskan.

"Kurang dari sepekan ini penahanannya (terduga guru cabul DD). Setiap kasus jadi atensi saya. Apalagi itu guru kan? Ya, seharusnya beri contoh yang baik," tegasnya.

Vendra kembali mengingatkan anak buahnya, harus profesional dalam menangani setiap kasus. Dia sudah menyampaikan berulang kali dalam tiap pertemuan dan evaluasi.

"Sudah sering saya briefing agar tetap tegak, tetap bekerja. Laksanakan pemeriksaan kepada oknum-oknum guru itu yang memang melakukan kesalahan," jelasnya.

Vendra memastikan, sejauh ini penyidik Satreskrim Polresta Samarinda, tetap dalam koridornya dalam menangani kasus. Meski guru DD sempat dikabarkan kembali mengajar, polisi akhirnya betindak tegas.

"Sampai saat ini kami masih tetap lurus. Tidak, tidak. Tidak seperti itu. Memang di dalam dia (guru DD), ditahan," pungkas Vendra.

Diketahui, kasus dugaan pencabulan itu dilaporkan 2 siswi SMK ke Polresta Samarinda, 21 September 2017 lalu. Diduga gurunya, DD telah meremas pantat dan payudara saat kedua siswi membuatkan kopi.

Belakangan, belum sepekan di awal Desember 2017 lalu, guru DD ajukan perdamaian dengan 2 siswinya, dan dimediasi polisi. Setelah damai, guru DD pun dikabarkan akhirnya melenggang keluar kantor polisi, pascaperdamaian itu. Ketua Harian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Samarinda Adji Suwignyo menyebut bebasnya guru DD sebagai preseden buruk.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP