Selain kena pungli, napi Narkotika Palembang tak diurus saat sakit
Merdeka.com - Selain harus membayar banyak pungutan liar, narapidana yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas III Palembang yang berlokasi di Serong, Banyuasin, Sumatera Selatan, juga menerima perlakuan tak manusiawi dari petugas. Napi tak kunjung dirawat jika sakit.
Hal itu dialami, Irwandi (30), salah seorang napi yang menderita asam urat sejak enam bulan lalu. Selama itu, dirinya tidak mendapatkan perawatan maksimal. Alhasil, penyakitnya semakin parah dan nyaris terkena stroke.
"Paling seminggu ada perawatan, padahal mesti minum obat setiap hari. Sampai-sampai sekarang saya susah jalan, makin parah," ungkap Irwandi, Kamis (6/7).
Perlakuan serupa dialami seluruh penghuni lapas. Petugas jarang memberikan obat-obatan yang cukup ketika ada napi yang sakit.
"Semuanya begitu, sakit harus tanggung sendiri, padahal klinik ada. Kami sudah lama menanggungnya, hari ini puncak kekesalan kami," ujarnya.
Kepala Lapas Narkotika Palembang, Reza Yudistira mengaku pelayanan tidak maksimal lantaran minimnya anggaran. Pihaknya berusaha mencari bantuan kepada pemerintah setempat namun tak kunjung dipenuhi dengan alasan letak geografis lapas.
"Lapas atas nama Palembang tapi posisinya di Banyuasin. Jadi, ini kendala kami jika minta bantuan," pungkasnya. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya