Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selain diskorsing, siswa dihukum meminta maaf kepada gurunya

Selain diskorsing, siswa dihukum meminta maaf kepada gurunya Murid merokok di samping guru. ©youtube.com

Merdeka.com - Gara-gara postingan foto merokok dan angkat kaki di depan guru beredar di dunia maya, dua siswa SMA Ilham Makassar, As (17) dan Ki (17), dijatuhi hukuman skorsing oleh sekolahnya. Tak hanya itu, mereka diwajibkan meminta maaf dengan bersipuh di hadapan gurunya, Ambo Rassa (54).

As dan Ki merupakan siswa Kelas III IPS, keduanya bikin hebih dunia maya sejak Rabu (12/10) lalu setelah foto tak sopan As saat duduk di samping guru Bahasa Indonesia beredar. Dengan santainya, dia memegang rokok dan mengangkat kaki kanannya ke atas meja.

Ambo Rassa sendiri mengaku tidak sadar kelakuan anak didiknya yang dianggap tak beretika, karena tengah menekuni puisi-puisi karya siswanya yang lain. Sementara, gambar tersebut diabadikan oleh siswa perempuan berinisial Ki, dan diunggah ke akun Facebook miliknya.

"Kita sudah skorsing keduanya selama seminggu tetapi sebelumnya kita panggil mereka, dinasehati dan disuruh minta maaf ke Ambo Rassa gurunya dan juga ke guru-guru seluruh Indonesia. Saat mereka minta maaf secara bergantian bersimpuh di depan guru Ambo Rassa, ada guru yang merekam. Video rekamannya kemudian diunggah ke akun facebook siswa Ki hari itu juga usai minta maaf, Rabu siang," kata Direktur Pendidikan Yayasan Ilham, Usman Effendi di SMA Ilham, Makassar, Jumat (14/10).

siswa as dan ki minta maaf ke guru

Siswa As dan Ki minta maaf ke guru ©2016 merdeka.com

Meski video permintaan maaf telah diunggah ke media sosial, namun Usman menyayangkan rekaman video minta maaf tersebut tidak dilengkapi caption atau keterangan gambar. Dia berharap kejadian itu bisa mengubah perilaku kedua siswanya tersebut.

"Tapi semoga setelah kejadian ini dan mereka kena sanksi, perilaku keduanya bisa berubah menjadi lebih baik. Karena memang itu tugas seorang guru yakni mendidik, membuat yang tidak bermoral jadi bermoral, membuat yang bodoh jadi cerdas karena itu memang tantangan seorang pendidik. Tapi nanti kalau anak ini sudah dibina dan dibina tapi belum berubah juga maka mau tidak mau akan dikeluarkan dari sekolah," tandas Usman Effendi.

Sementara itu, penelusuran merdeka.com di akun facebook Ki, video permintaan mereka itu sudah terhapus. Padahal sebelumnya, Heri salah seorang gurunya masih sempat memperlihatkan video itu dari akun facebook Ki. Yang tersisa hanyalah foto saat As dan Ki minta maaf di hadapan gurunya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP