Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selain di Islam, kelompok radikal juga ada di agama lain

Selain di Islam, kelompok radikal juga ada di agama lain Ilustrasi Teroris. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan kelompok radikal yang kini muncul di permukaan selalu dikaitkan dengan agama Islam. Padahal, kata dia, kelompok-kelompok radikal di agama lain juga ada dan harus ditindak.

"Saya kira itu tidak boleh, itu harus ditindak juga gerakan gerakan radikalisme dari berbagai agama. Perlakuannya harus sama," kata Karyono usai 'Kekuatan Nasionalis Dalam Kepungan Kelompok Radikal' di Hotel Arya Duta, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (19/2).

Karyono mendefinisikan kelompok radikal ialah kelompok yang mewujudkan keyakinannya dengan menggunakan kekerasan. Namun, menurutnya, sebutan yang cocok untuk kelompok-kelompok itu adalah radikalisme ekstremis. Kendati demikian, paham radikal dalam suatu keyakinan juga diperlukan.

"Radikal itu dalam agama diperlukan juga dalam suatu keyakinan, ideologi dan agama diperlukan sifat radikal, artinya kan mengakar, mendasar. Ini kalau saya menambahkan istilahnya radikal ekstremis," kata dia.

Di luar itu, dirinya juga menyebut terdapat kelompok radikal lain yang berbasis nonmuslim di beberapa daerah. Namun, kelompok itu tak seheboh dengan basis yang ada di permukaan saat ini.

"Radikal kristen misalnya, radikal nasrani ada juga. Tetapi kan tidak terlalu heboh, besar, menonjol, dan keras," jelasnya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP