Sekjen Gerindra: Partai Harus Dekat dengan Tokoh Agama agar Tahu Kondisi Rakyat

Selasa, 12 Oktober 2021 19:55 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Sekjen Gerindra: Partai Harus Dekat dengan Tokoh Agama agar Tahu Kondisi Rakyat Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani bersilaturahmi ke Ustaz Dasad Latif. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan rombongan bersilaturahmi ke Ustaz Das'ad Latif di Makassar pada Sabtu (9/10) lalu. Ustaz Das'ad Latif merupakan ulama kondang asal Sulawesi Selatan yang selalu tampil jenaka dalam setiap ceramahnya. Sering kali, cuplikan ceramahnya yang penuh gurauan itu viral di berbagai media sosial.

Muzani mengatakan pimpinan partai politik perlu mendekatkan diri kepada tokoh agama dan masyarakat. Sebab, menurutnya, para tokoh agama sangat tahu kondisi masyarakat karena dekat secara langsung.

"Saya bersama kawan-kawan Partai Gerindra bersilaturahmi dengan Ustaz di Makassar. Silaturahmi ini bagian dari cara kami untuk selalu dekat dengan orang-orang yang menjadi mata hati masyarakat," kata Muzani dalam siaran persnya, Selasa (12/1).

"Dalam pandangan kami, ulama, ustaz, habaib, kiai adalah mata hati masyarakat. Mereka merupakan orang-orang yang selalu dilingkari oleh masyarakat dari berbagai lapisan. Merekalah yang tahu tentang keadaan masyarakat. Karena itu sebagai pimpinan partai, kami merasa perlu banyak tahu apa yang sedang terjadi di masyarakat. Caranya dengan kami mendekatkan diri kepada tokoh-tokoh yang dianggap menjadi simbol masyarakat, seperti Ustaz Das'ad Lafif," imbuh Wakil Ketua MPR itu.

Muzani mengatakan, perjuangan politik memiliki tantangan dan godaan yang berat. Tapi perjuangan politik juga memiliki efektivitas dan manfaat yang sangat besar bagi pembangunan dan perubahan masyaramat.

Oleh karena itu, kata dia, nasihat dari orang orang yang selalu dekat dengan masyarakat sangat diperlukan. Gerindra adalah partai rakyat, maka cara mendekatkan diri salah satunya adalah mereka yang menjadi simbol masyarakat.

"Kami memilih jalur perjuangan di medan politik. Sementara Ustaz berjuang di medan dakwah. Berjuangan di medan politik penting bagi kami untuk terus diingatkan, agar kami konsisten dalam perjuangan. Antara niat suci perjuangan dengan jalan perjuangan menuju tujuan. Karena godaan dan tantangan amatlah besar berjuang di medan ini. Untuk itu nasihat dari para alim dan orang soleh seperti Ustaz Das'ad penting bagi kami. Supaya kami terus diingatkan," imbuh dia.

Menurut Muzani, model dakwah seperti Ustaz Das'ad perlu untuk ditiru dalam perjuangan politik. Dalam banyak ceramahnya, masyarakat sering diingatkan tentang berbagai macam kesalahannya dan kekurangan tapi dengan cara yang ringan dan jenaka. Sehingga kesadaran untuk menyadari kekurangannya tumbuh dari cara ustaz menyampaikan. Akibatnya, keinginan untuk memperbaiki diri terdorong dari kesadarannya sendiri.

"Proses komunikasi ini harus menjadi sebuah cara kita berjuang dalam menegakkan kebenaran termasuk mengingatkan kepada semua pihak, baik eksektif dan masyarakat. Supaya tujuan itu sampai tanpa perlu menggurui atau menyakiti," jelas Ketua Fraksi Gerindra itu.

Merespons Muzani, Ustaz Das'ad Latif setuju dengan apa yang disampaikan Sekjen Gerindra itu, bahwa seorang politisi tidak boleh jauh-jauh dari ulama.

"Saya sepakat dengan apa yang disampaikan Pak Sekjen bahwa politisi jangan jauh-jauh dari ulama. Misalnya, kalau sebelum pembentukan anggaran ketemu dulu lah dengan ulama, meminta masukan terkait apa yang dibutuhkan masyarakat. Jangan nanti ribut dulu baru undang ulama," kata Ustaz Das'ad Latif.

Pun dengan ulama demikian, dalam berdakwah seorang ulama tidak boleh memilih-milih medan dakwahnya. Jika pilah pilih, kata Ustaz Das'ad Latif, mungkin Islam tidak akan masuk Indonesia. Dia kemudian menyarankan agar partai politik senantiasa dekat dengan ulama dalam setiap perjuangan politiknya.

"Sebaiknya pandangan seperti ini (politik dekat dengan ulama) dijadikan tradisi semua partai. Keliru, kalau seroang anggota DPR itu tidak memudahkan dia masuk surga, keliru itu. Dia punya kekuasaan. Dunia politik itu sangat dekat dengan godaan karena ada kekuasaan. Dakwah dengan kekuasaan jauh lebih efektif. Itulah yang saya lakukan, berdakwah di depan para pejabat negara. Seperti yang diungkapkan Umar bin Khatab bahwa mustahil kau bisa laksanakan syariah tanpa kekuasaan," tutup Ustaz Das'ad Latif. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini