Sekilas tentang An Nabba Center, ponpes khusus mualaf di Ciputat
Merdeka.com - An Nabba Center merupakan salah satu pondok pesantren (ponpes) yang khusus membina para mualaf. Ponpes ini berlokasi di Jalan Cendrawasih IV No 1, Ciputat, Sawah Baru, Tangerang Selatan, Kota Tangerang Selatan. An Nabba Center didirikan oleh seorang mualaf yang kini menjadi pendakwah yaitu ustaz Syamsul Arifin Nababan.
Ponpes ini berdiri sejak tahun 2008 dengan luas tanah sekitar 1.200 meter. Tujuan didirikan ponpes ini untuk membina para mualaf tentang agama Islam lebih dalam. Ide pendirian ponpes ini juga berkaca dari pengalaman ustaz Nababan yang kerap menjumpai para mualaf terlantar di masjid dan di jalanan.
Awalnya, di ponpes ini hanya menampung mualaf laki-laki saja. Namun sejak tahun 2014, ustaz Nababan membangun pondok untuk putri yang letaknya sekitar 500 meter dari tempat putra.

annaba-center ©2017 Merdeka.com/annaba-center
Saat mendatangi ponpes ini, merdeka.com lebih dulu mengunjungi pondok khusus putra. Dari luar pondok bercat cream itu nampak bersih dan rapi. Bangunan berlantai dua itu terdiri dari belasan kamar. Pondok juga dilengkapi dengan dapur, aula, mushola dan kantor ustaz.
Siang itu para santri tengah bersiap untuk salat Jumat di masjid terdekat. Setelah salat tidak ada kegiatan wajib dari pondok. Mereka melakukan hanya bertadarus dan ada juga yang tidur siang.
Ustaz Nababan mengatakan, setiap Jumat kegiatan di pondok tidak terlalu padat. Katanya, kegiatan rutin pondok membaca Alquran, belajar Hadis, Fikih, bahasa Arab dan semua hal mengenai agama Islam.
"Tapi masih yang dasar-dasar dulu, kita belum mengajarkan aliran-aliran atau yang berat-berat," kata ustaz Nababan kepada merdeka.com.

Annaba Center ©2017 Merdeka.com/zul atsari
Saat ini jumlah santri sekitar 60 orang, 40 santri putra dan 20 putri. Mereka pun berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Namun mayoritas datang dari daerah NTT, Timor Leste dan Sumatera. Ustaz Nababan menuturkan, persyaratan masuk ke ponpesnya ialah batas usia maksimal 35 tahun. Masuk ke pondok ini tidak dikenakan biaya alias gratis.
Kemudian jika selama satu bulan tidak bisa membaca Alquran, pihak pondok akan mengeluarkan santri tersebut. Peraturan ini bertujuan agar mualaf yang datang bersungguh-sungguh belajar dan memperdalam agama. "Tapi rata-rata satu bulan sudah bisa baca Alquran," ujar pria asal Tapanuli Utara ini.

Ustaz Nababan ©2017 Merdeka.com
Selain belajar agama, para santri juga disekolahkan ke sekolah umum. Mereka disekolahkan hingga ke perguruan tinggi. Semua biaya ditanggung pondok. Ustaz Nababan mengatakan, biaya yang didapatkan oleh pondok berasal dari donatur-donatur. Kendati begitu, An Nabba Center tidak memiliki donatur tetap. Semua dapat menyumbang untuk ponpesnya.
Selama satu bulan biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 60 sampai Rp 70 juta. Jumlah tersebut termasuk gaji guru. Katanya, guru yang ada di ponpes tersebut dipilihkan yang terbaik. Malah ada beberapa yang berasal dari luar negeri seperti Mesir, Libya, dan Arab Saudi.
Menurut dia, para santri yang telah lulus perguruan tinggi diwajibkan untuk pulang ke kampung halamannya untuk berdakwah. Ustaz Nababan pun sudah memberikan fasilitas di daerah masing-masing. Bahkan, di NTT tengah dibuka dua cabang ponpes An Nabba Center.
"Untuk memudahkan mereka agar lebih dekat, jadi nggak usah jauh-jauh ke sini," tukasnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya