Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sekda Kudus Mengaku akan Kooperatif jika Diperiksa KPK terkait Jual Beli Jabatan

Sekda Kudus Mengaku akan Kooperatif jika Diperiksa KPK terkait Jual Beli Jabatan KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Sekretaris daerah (sekda) Kudus, Sam'ani Intakoris akan dimintai keterangan terkait proses administrasi penempatan posisi kepala dinas. Selain itu pihaknya akan kooperatif saat dimintai keterangan penyidik KPK.

"Saya akan berusaha kooperatif jika dipanggil KPK untuk kepentingan pemeriksaan hari ini," kata Sam'ani Intakoris di Pemkab Kudus, Senin (29/7).

Dia menyebut perekrutan pegawai jadi kewenangan bupati. Sejauh ini tidak ada praktik jual beli jabatan untuk sejumlah posisi kepala dinas. Nantinya, ke depan dengan sejumlah kasus yang menerpa lingkungan Pemkab, nantinya dapat dilakukan pembenahan dalam proses rekrutmen ASN yang berjalan saat ini.

"Ya harapan saya teman-teman yang mendapatkan masalah kemarin agar diberikan kekuatan. Kalau sepengetahuan saya, sistem perekrutan pegawai menjadi tupoksinya pak bupati, kalau jual beli jabatan saya kurang paham," katanya.

Wakil Bupati Kudus Hartopo mengaku informasi yang dihimpun bahwa proses pemeriksaan terhadap Sekda difokuskan pada administrasi dalam proses perekrutan pegawai negeri untuk posisi kepala dinas.

"Beberapa staf juga ikut dimintai keterangan bersama Pak Sekda. Arahnya mungkin ke tahapan administrasinya. Apalagi, kemarin dokumen di ruang kerja pak sekda dibawa KPK dan juga kemarin ruang kerja sekda disegel," terang Hartopo.

Pihaknya memastikan pelayanan pemerintahan di wilayahnya harus tetap berjalan dengan baik meski sejumlah pejabat telah diamankan oleh KPK. Beberapa ruangan yang semula disegel, kini sudah dibuka kembali.

"Ruang disegel sudah dibuka semua. Aktivitas pelayanan sudah normal," tutup Hartopo.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP