Sejarah Pura Mangkunegaran, Lokasi Ngunduh Mantu Kaesang dan Erina

Rabu, 30 November 2022 03:02 Reporter : Arie Sunaryo
Sejarah Pura Mangkunegaran, Lokasi Ngunduh Mantu Kaesang dan Erina Istana Pura Mangkunegaran Surakarta. ©2021 Merdeka.com/Antara//Bambang Dwi Marwoto

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi tak lama lagi akan punya gawe besar. Mantan Wali Kota Solo akan menikahkan putra bungsunya, Kaesang Pangarep dengan Putri Indonesia asal Yogyakarta Erina Sofia Gudono.

Prosesi akad nikah akan dilakukan di Royal Ambarukmo, Yogyakarta, Sabtu (10/12). Sedangkan, ngunduh mantu akan dilakukan di rumah dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung, Jalan Slamet Riyadi.

Sementara, resepsi ngunduh mantu digelar di Pura Mangkunegaran pada hari Minggu 11 Desember 2022. Seperti diketahui, Pura Mangkunegaran adalah satu kerajaan atau kadipaten peninggalan Dinasti Mataram di Solo. Selain Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Melansir berbagai sumber, Pura Mangkunegaran merupakan istana resmi Kadipaten Mangkunagaran dan tempat kediaman para adipati yang bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara.

Bangunan yang menghadap ke selatan ini berada di pusat Kota Solo, tepatnya di Jalan Ronggowarsito No.83, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari.

Istana ini mulai dibangun pada tahun 1757 atau berusia 267 tahun. Pembangunan dilakukan oleh KGPAA Mangkunagara I, yang bergelar Pangeran Sambernyawa. Desain bangunan ini mengikuti model Keraton Jawa.

Arsitektur bangunan utama dan lainnya juga menyerupai keraton, baik Surakarta maupun Yogyakarta. Di antaranya ada pamedan, pendapa, pringgitan, dalem hingga keputren.

Seluruh bangunan juga dikelilingi oleh tembok besar dan tinggi. Namun di bagian pamedan atau lapangan depan layaknya alun-alun yang diberi pagar besi.

Pura Mangkunegaran dibangun setelah Perjanjian Salatiga yang mengawali pendirian Kadipaten Mangkunagaran ditandatangani oleh kelompok Raden Mas Said, Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwana I), Sunan Pakubuwana III, dan VOC pada tahun 1757.

Pangeran Sambernyawa (julukan Raden Mas Said) kemudian diangkat menjadi "Pangeran Adipati" bergelar Mangkunagara I. Sebagaimana bangunan utama di Keraton Surakarta dan Yogyakarta, Pura Mangkunagaran mengalami beberapa perubahan. Perubahan ini tampak pada ciri dekorasi Eropa yang populer saat itu.

Saat ini Pura Mangkunegaran memiliki penguasa baru bernama Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo yang masih lajang dan berusia 25 tahun.

Setelah KGPAA Mangkunegara IX mangkat 13 Agustus 2021, pada hari Sabtu (12/3) Bhre kemudian diangkat menjadi adipati baru bergelar Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X.

2 dari 3 halaman

Jadi venue pernikahan

Sebentar lagi Pura Mangkunegaran akan menjadi venue ngunduh mantu Presiden Jokowi. Resepsi pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono akan digelar besar-besaran hingga menghadirkan pesta rakyat.

Digelarnya resepsi pernikahan di istana memang menimbulkan banyak pertanyaan. Mengingat selama ini masyarakat tidak pernah menyaksikan peristiwa serupa.

Sejarawan Universitas Sanata Darma Yogyakarta, Heri Priyatmoko mengemukakan, Pura Mangkunegaran pernah digunakan untuk acara resepsi pernikahan di masa lampau.

Diriwayatkan, pada 6 September 1920 putri Sri Sultan Hamengku Buwana VII bernama Gusti Raden Ayu Mursudarijah (kemudian bergelar Ratu Timur) dipersunting Pangeran Adipati Aryo Prangwadana, yang kelak berjuluk Gusti Mangkunegara VII (1916–1944).

Seminggu berlalu, buah hati raja Kasultanan Yogyakarta itu diboyong ke Solo memakai kereta api ekspres.

"Setiba di Stasiun Balapan, raga kedua pengantin anyar tersebut diusung dengan kereta Kyai Candrakantha menuju istana," ujar Heri saat dihubungi merdeka.com, Selasa (30/11).

Busana upacara adat keraton yang melilit tubuh tokoh darah biru itu, lanjut Heri, menarik perhatian khalayak yang menyemut di bibir jalan.

"Sesampai di gerbang Pura Mangkunegaran, mereka disambut tembakan meriam 9 kali. Dari pendapa, gending Ketawang Puspawarna mengalun lembut dan menambah kemeriahan," katanya.

Buah hati Mangkunegara VII, Gusti Nurul (2014) dan Partini (1986), imbuh Heri, membelah ingatan yang tersimpan dalam batok kepala. Dibeberkan, pesta bersatunya dua keluarga bangsawan saat itu berlangsung lebih dari 3 hari 3 malam. Bukan kepalang heboh dan gayeng.

3 dari 3 halaman

Pertama Kali Dipakai Resepsi Orang Luar

Perwakilan keluarga Pura Mangkunegaran, Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo atau sering disapa Gusti Sura menyebut, pertama kali Pura Mangkunegaran digunakan untuk acara yang diselenggarakan oleh orang di luar keluarga raja.

"Ini memang baru pertama kali ini," tutur Gusti Sura disela gladi kotor bersama Menteri BUMN Erick Thohir, di Pura Mangkunegaran, Minggu (28/11) lalu.

Menurut dia, tidak ada aturan adat yang dilanggar dalam resepsi pernikahan Kaesang dan Erina Gudono. Apalagi semua rangkaian prosesi adat pernikahan dilakukan di tempat lain, yaitu di Loji Gandrung.

"Seluruh upacara adat tidak diadakan di Pura Mangkunegaran. Semua di Loji Gandrung jadi tidak melanggar," tukasnya.

Ditambahkan Sura, tidak ada satupun adat Mangkunegaran yang dilanggar, atau yang tidak sesuai pakem.

"Nanti bisa dilihat pada saat acara resepsi pernikahan digelar. Karena semua prosesi pernikahan adat akan diadakan di Loji Gandrung," pungkasnya.

[ray]

Baca juga:
Foto Tiga Dimensi Dekorasi Ngunduh Mantu Kaesang Pangarep di Loji Gandrung
Bertema 'Mataram Islam', Ini Makna Dekorasi Ngunduh Mantu Jokowi
Update Pernikahan Anak Jokowi: Iriana Test Food, Kaesang-Erina Ziarah ke Lereng Lawu
Bocoran Menu Spesial yang Bikin Ngiler di Tasyakuran Pernikahan Kaesang-Erina
Gibran Pastikan Prosesi Adat Pernikahan Kaesang-Erina di Rumah Pribadi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini