Sehari sebelum tewas, Ella ajak anaknya nonton film 'The Nun'
Merdeka.com - Pembunuhan janda cantik Ella Nurhayati (42) mulai menemukan titik terang. Polisi menyebut dugaan pelaku mengarah kepada orang terdekat. Meski begitu, sosok pelaku belum terungkap.
Ella memiliki putra yang menjadi saksi kunci pembunuhan Ella. MA (16) bersama Ella sebelum ditemukan tewas dengan 28 tusukan di di Kampung Pangragajian, RT3/RW9, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Bandung Barat, Selasa (11/9).
Semenjak bercerai dengan suaminya Andi tahun 2012 lalu, Ella tinggal seorang diri. Putranya yang tinggal bersama suaminya, kerap berkunjung ke rumah Ella saat libur. Hubungan keduanya tampak baik-baik saja.
Pada Jumat 7 September 2018, MA diantar oleh Andi ke rumah Ella untuk berlibur panjang sebab tanggal 11 September bertepatan dengan libur Muharram. Kemudian, 8 September Ella bersama putranya pergi ke Jakarta menggunakan kereta api.
"Kalau pada saat TKP itu kan waktu kejadian tanggal 11 September, itu pas hari Selasa bertepatan dengan hari Muharram jadi dianter Jumat itu bisa libur panjang. Jumat dianter sama ayahnya. Tapi yang pasti dia sudah bersama dengan ibunya sejak tanggal 7 September," kata Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Niko N. Adiputra di kantornya, Jumat (21/9).
Polisi menemukan fakta sehari sebelum Ella ditemukan tewas mengenaskan korban bersama putranya menonton film genre horor 'The Nun' di salah satu bioskop di Kota Bandung.
"Kami membenarkan bahwa antara korban dan anak korban satu hari sebelum hari H sempat melakukan kegiatan menonton di salah satu mal di Kota Bandung yang bergenre horor," tutur dia.
Kebersamaan ibu dan anak itu berakhir pada Selasa (11/9). Ella ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya. Warga mendengar ada suara teriakan dan melihat anak Ella keluar rumah dengan tangan penuh darah sambil memegang sebilah pisau.
"Diduga pelaku sudah mengarah ke orang terdekat. Orang terdekat satu-satunya adalah saksi kunci," ujar Niko.
Dalam mengungkap kasus pembunuhan Ella, polisi sudah memanggil saksi ahli, yakni psikiater dr Kresno Mulyadi seputar prilaku anak autis seperti yang dialami anak Ella.
Dari penuturan Kresno, kata Niko, autistik bisa dibagi ke dalam tiga sektor yaitu ringan, sedang, hingga berat. Bagi penyandang autistik berat, biasanya mereka sama sekali tidak mampu berkomunikasi.
Selain mempunyai masalah dalam berkomunikasi, para penyandang autistik mempunyai masalah dalam hal bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Penyandang autistik juga bermasalah dalam mengatur emosi.
Individu dengan gejala autistik bisa memunculkan emosinya yang labil karena berbagai pemicu, misalnya ketersinggungan yang menimbulkan semacam balas dendam. Sehingga, individu autistik mesti mendapat perhatian khusus dan jangan diabaikan.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya