Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Apa salahnya Arsyad sebut Nurdin Halid Koruptor'

'Apa salahnya Arsyad sebut Nurdin Halid Koruptor' Penjara. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Aktivis Garda Tipikor Muhammad Arsyad ditahan setelah menjalani pemeriksaan di Mapolda Sulsel, Senin (9/9) malam. Dia dituding mencemarkan nama baik Nurdin Halid pengurus DPP Partai Golkar melalui statusnya di BlackBerrynya.

"Apa salahnya Arsyad, kalau hanya menyebutkan dalam status BlackBerry di BBM miliknya berisi 'No Fear Nurdin Halid Koruptor!!! Jangan pilih adik koruptor!!!' Jangan pilih adik koruptor. Apanya yang salah memang Nurdin itu koruptor. Kan sudah ada putusannya," kata Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD), Adnan Husain di Makassar, Selasa (10/9).

Dia menambahkan, dengan penahanan mantan aktivis mahasiswa Universitas Hasanuddin ini mengindikasikan bahwa koruptor di Sulsel samakin berkuasa. Ia menganggap hal ini tidak adil.

"Ini tidak adil. Bagaimana kita bisa dijamin untuk melakukan kebebasan berpendapat jika kita masih dilarang menyampaikan pikiran dan pendapat," pungkas Adnan.

Koordinator Relawan Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi, Upi Asmaradhana mengatakan, penahanan Arsyad dapat berakibat buruk untuk penegakkan demokrasi di Indonesia.

"Jelas ini sudah membungkam kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi. Implikasinya akan berakibat buruk bagi tegaknya demokrasi di daerah ini," kata Upi.

Menurut dia, apa yang dituliskan Arsyad itu sah-sah saja dan merupakan kebebasan berpendapat yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Kebebasan berpendapat adalah bagian penting dari kontrol sosial.

" Apalagi Arsyad adalah narasumber media. Penahanan Arsyad adalah sejatinya merupakan serangan terhadap kemerdekaan pers juga," tegas mantan Jurnalis Metro TV ini.

Selain mengekang hak kebebasan berekspresi, dampak dari penahanan Arsyad juga berdampak bagi nara sumber lain bagi media-media. "Kami juga menilai, penahanan Arsyad akan membuat para narasumber akan berhati-hati berbicara dan itu jelas mematikan daya kritis media sebagai salah satu pilar demokrasi," pungkas Upi. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP