Sebelum meninggal, Budi Klantink pernah dirawat di rumah sakit
Merdeka.com - Budiarto (30), atau akrab dikenal sebagai Budi Klantink meninggal dunia, Sabtu (5/9). Sebelum meninggal, warga warga Joyoboyo, Wonokromo, Surabaya ini menderita sakit komplikasi selama lima bulan.
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr Ramelan, Surabaya, tukang betot bass grup band Klantink ini sempat mengunggah beberapa statusnya di akun twitter pribadinya: @Budi_Klantink.
"Ya Allah kata dokter belum boleh pulang, tapi aku takut banget tiap malam gak bisa tidur ya Allah," kicau Budi beberapa waktu lalu.
Kemudian di tanggal 13 Juni, dia juga berkicau tentang keluhannya: "Coba-coba diet kok malah oknam, dan aku takut banget tidur di rumah sakit..... Hiiiiiiii merinding pokoke," tulis musisi jalanan bertubuh tambun itu.
Sementara menurut keterangan Abu Amin, orangtua almarhum, satu dari lima personel Klantink itu, sudah lima bulan mengalami sakit. Budi jatuh sakit setelah mengonsumsi obat pelangsing.
"Setelah sering minum obat itu, berat badannya memang bisa turun. Tapi kondisinya juga drop. Sempat keluar masuk rumah sakit dua kali," terang Abu Amin di rumah duka.
Budi meninggal sekitar pukul 04.00 WIB saat dirawat di RSAL dr Ramelan. Jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka Jalan Joyoboyo diiringi oleh rekan-rekan seprofesinya, pengamen jalanan. Sampai di TPU Keputih, jenazah almarhum tiba sekitar pukul 12.30 WIB.
Sayang, dalam pemakaman itu, empat rekan almarhum di Grup Klantink tidak bisa hadir, karena ada acara pentas di Yogyakarta. Selamat jalan Budi Klantink.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya