Sebaran Tabloid Indonesia Barokah Disebut Sebagai Operasi Intelijen

Jumat, 25 Januari 2019 20:37 Reporter : Yunita Amalia
Sebaran Tabloid Indonesia Barokah Disebut Sebagai Operasi Intelijen Tabloid Indonesia Barokah. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pengamat intelijen dari Universitas Indonesia Nuruddin Lazuardi meyakini penyebaran tabloid Indonesia Barakah merupakan operasi intelijen. Agar mengetahui kategori operasi intelejen yang dimaksud harus didalami lebih lanjut oleh pihak terkait.

"Sampai hari ini saya belum pernah pegang jadi saya tidak bisa berani komentar itu. Tetapi kalau bicara operasi intelejen, iya itu operasi intelejen," kata Nuruddin dalam satu acara diskusi, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

Ia menjelaskan terdapat dua kategori operasi intelejen yaitu operasi intelejen pemerintah dan non pemerintah yakni swasta. Disinggung mengenai tabloid Indonesia Barakah, ia menegaskan harus ada pernyataan resmi terlebih dahulu dari pihak Dewan Pers untuk memastikan benar tidaknya konten di tabloid tersebut merupakan produk jurnalistik.

Jika sudah ada kejelasan mengenai produk dari konten tabloid Indonesia Barakah, kata Nuruddin, pihak Gakumdu sedianya harus memetakan pola penyebaran tabloid itu.

Ia menegaskan investigasi seperti itu penting dilakukan guna memastikan ada tidaknya kampanye hitam dari penyebaran tabloid Indonesia Barakah.

"Operasi intelijen swasta, bisnis, persaingan dalam pertarungan mendapat sesuatu atau operasi intelijen hitam di mana dia mengcounter operasi intelijen nya pemerintah. Indonesia Barokah harus dilihat dulu dia bermain nya di mana ada berbagai kemungkinan bisa dilihat dia mainnya di mana," tandasnya.

Tabloid Indonesia Barakah menjadi polemik lantaran dianggap isinya dianggap menyudutkan pasangan capres-cawapres nomor 02, Prabowo-Sandi. Tabloid itu juga dianggap meresahkan karena disebar ke beberapa masjid di Jawa Tengah.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun melaporkan keberadaan tabloid tersebut, setelah memuat pemberitaan yang tendensius.

"Kami sudah laporkan kepada pihak yang berwajib karena tabloid-tabloid itu kan isinya tendensius dan juga tidak jelas penerbitnya, berpotensi untuk mengganggu ketertiban umum serta memecah belah," kata Direktur Advokasi dan Hukum BPN Sufmi Dasco Ahmad.

Menurut Dasco, tabloid itu juga beredar di daerah Jawa Barat. "Di Jawa Barat ada juga. Makanya saya bilang, karena dia beredarnya secara masif dan kemudian berpotensi mengganggu ketertiban umum dan keresahan di masyarakat, makanya segera kira ambil langkah untuk segera melaporkan," ucapnya. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini