SBY: Belum terlambat bagi Trump batalkan penetapan Yerusalem ibu kota Israel
Merdeka.com - Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menarik pernyataannya bahwa Yerusalem merupakan ibu kota dari Israel. Apalagi Trump memerintahkan untuk memindahkan kedutaan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem.
"Belumlah terlambat bagi Presiden Trump untuk membatalkan keputusan dan kebijakannya yang 'menetapkan' Yerusalem sebagai ibu kota Israel," tulis SBY dalam akun Facebook resminya, Minggu (17/12).
Menurut SBY, pernyataan Trump tersebut tak mewakili seluruh rakyat Amerika Serikat. Sebab, kata SBY, pernyataan Trump tersebut mengancam perdamaian dunia.
"Saya yakin rakyat Amerika tidak ingin disalahkan sejarah akibat tindakan pemimpinnya, perdamaian dan keamanan dunia terancam dan memburuk," kata SBY.
Seperti diketahui, Organisasi Konferensi Islam (OKI) hari ini menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina dan menyerukan komunitas internasional mengikuti langkah mereka.
Para pemimpin negara muslim mengikuti pertemuan luar biasa OKI di Istanbul, Turki, atas undangan Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai reaksi keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya