Satu tewas Tawuran di Bintaro, 7 diciduk dan 2 dari Perguruan Katak Beracun masuk DPO

Jumat, 7 Desember 2018 12:02 Reporter : Kirom
Satu tewas Tawuran di Bintaro, 7 diciduk dan 2 dari Perguruan Katak Beracun masuk DPO Pelaku tawuran di Bintaro dibekuk. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Sembilan tersangka pelaku penganiayaan berat dan pencurian dengan kekerasan di wilayah Bintaro, Tangerang Selatan, diamankan Polres Tangerang Selatan. Tujuh dari sembilan pelaku adalah anak di bawah umur. Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran Polisi.

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan mengatakan, sembilan tersangka berinisial MSBI (16), RD (21), S (13), BKA (17), WTP (15), MY (15), AF (18), dan DM (18) serta dua DPO berinisial BA dan T ini merupakan kelompok remaja yang mengatasnamakan kelompok mereka dari Perguruan Katak Beracun (PKB).

"Kelompok remaja PKB ini berasal dari Ciputat dan Pondok Aren, mereka melakukan aksi tawuran dengan kelompok dari Larangan, Ciledug Tangerang untuk tawuran pada Minggu (2/12) dini hari," katanya.

Dari peristiwa tawuran itu, satu orang pelaku meninggal dunia atas nama Alan Sutadi dan 3 rekannya luka-luka akibat sabetan senjata tajam.

"Kelompok yang kalah ini kemudian kabur, dan meninggalkan harta benda mereka di lokasi, seperti sepeda motor dan handphone, yang akhirnya dicuri oleh kelompok yang menang tawuran," ucap Ferdy.

Ferdy menyayangkan masih terus terjadi aksi tawuran di wilayah hukum Polres Tangsel. Apalagi kejadian yang berlangsung dini hari itu diawali aksi saling ejek antar kelompok di media sosial.

"Upaya-upaya konkret dari Kepolisian bersama masyarakat terus kami lakukan. Ini tanggung jawan semua pihak, keluarga, sekolah, lingkungan dan masyarakat. Tapi kami menyayangkan sekali, ini kembali terjadi," kata Ferdy.

Dia juga menyayangkan, bahwa kebanyakan pelaku adalah usia sekolah dan masih di bawah umur. "Sebagian besar pengikut ini berstatus pelajar dan di bawah umur sebanyak 7 orang smp dan SMK," kata Kapolres.

Dari para pelaku, Polisi menyita barang bukti berupa satu sepeda motor, sebilah kelewang, 5 celurit, sebilah arit, sebilah golok, baju para tersangka dan baju korban. Polisi memastikan senjata tajam yang dibawa saat tawuran, telah lebih dulu disiapkan dua kelompok remaja tersebut.

Atas perbuatan ke-9 pelaku, Polisi menjeratnya dengan sangkaan pasal berlapis tentang pencurian dengan kekerasan, pembunuhan, pengeroyokan dan tindak pidana penganiayaan. Dengan sanksi penjara 15 tahun.

"Tentunya kepada tersangka anak, kami terapkan Undang-undang perlindungan anak," kata Kapolres. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Tawuran
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini