Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Satu Keluarga di Surabaya Kompak Jadi Copet, Sasarannya Pengunjung Pasar

Satu Keluarga di Surabaya Kompak Jadi Copet, Sasarannya Pengunjung Pasar Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Komplotan copet yang terhitung masih satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak dibekuk Tim Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Komplotan copet ini pun diduga sering beroperasi di berbagai pasar di Surabaya.

Dalam kasus ini, polisi menangkap empat orang copet, di mana tiga di antaranya terhitung masih satu keluarga. Mereka adalah Rio Didik Agus (50), Ary Yuana (47) dan Ori Ramadhan Tiko (27). Mereka merupakan warga Jalan Darmo Permai Utara, Surabaya. Sementara satu tersangka lain yaitu Sri Wardhani (41), warga Jalan Oro-oro, Tambaksari, Surabaya.

"Ini terkait kelompok pencuri atau copet, kebetulan mereka tiga dari empat pelaku ini keluarga masih hubungan darah. Yakni Ayah, Ibu dan anaknya," ungkap Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana, Selasa (2/2).

Dia melanjutkan semua pelaku memiliki peran masing-masing. Kedua pelaku perempuan berperan sebagai pengalih perhatian dan eksekutor, satu pelaku lagi bertugas mengambil HP.

"Jadi SW perannya mencuri HP korban, dilempar ke temannya RDAS, ini satu otaknya dan ORT serta AY perannya untuk menghalang-halangi. Mereka berempat mempunyai peran masing-masing. Biasanya melakukan di Pasar Pagi Tugu Pahlawan," ujarnya.

Ia menambahkan, komplotan ini dikejar Tim Unit Resmob Polrestabes Surabaya usai mencuri handphone seorang pelajar bernama Ervi Ananda Ayu Rahmadani pada Minggu (24/1) lalu.

Aksi komplotan copet tersebut diketahui oleh korban. Tim Resmob yang kebetulan berpatroli di sekitar lokasi segera melakukan pembuntutan terhadap tiga tersangka hingga akhirnya tertangkap di Jalan Bibis, Surabaya.

"Setelah kami tangkap, kami interogasi, barang tersebut akan diberikan ke penadah bernama Oki. Kemudian kita lakukan penangkapan juga di rumahnya," terang Arief.

Alumni Akpol Tahun 2013 ini menambahkan, keempat pelaku bukan hanya sekali melakukan aksi pencopetan. Hal serupa juga dilakukan sudah sebanyak lima kali dengan tempat sasaran yang ramai yaitu di Jembatan Merah Plaza (JMP) dan Pasar Turi.

"Di JMP sebanyak tiga kali dan di Pasar Turi dua kali. Untuk itu imbauan kepada masyarakat apabila membawa barang berharga selalu waspada dan ditempatkan di tempat yang aman," pungkasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP