Sariman kerap membuat barang keperluan sehari-hari dari alat bekas
Merdeka.com - Kemampuan Sariman dalam mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang berguna pakai, tampaknya harus diacungi jempol. Sebelum ayah empat anak ini membuat silinder, terlebih dahulu sudah membuat beberapa barang yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
"Sebelumnya, saya sudah pernah buat otoped listrik. Bahannya menggunakan dinamo bekas di bagian belakang dan nanti dikasih accu juga untuk menjalankan otoped ini. Jadi kalau mau pakai tinggal pencet tombol kecil di stang sebelah kanan, dan otoped otomatis bisa jalan tanpa perlu susah payah kita menggunakan kaki untuk mendorong," kata Sariman saat ditemui beberapa waktu lalu.
Otoped tersebut, lanjutnya, kerap digunakan untuk keperluan jarak dekat seperti salat Jumat. Diakuinya, otoped dinamo tersebut kerap menarik perhatian orang yang melihat.
"Biasanya kalau setelah jumatan, banyak yang jajal memakai otoped. Karena baru saya saja yang memakai," ujarnya.
Selain otoped, pria lulusan Madrasah Ibtidaiyah Kedungdadap ini juga pernah membuat sepeda listrik menggunakan bekas mesin pemotong rumput. Saat itu, Sariman mengaku iseng membuat sepeda tersebut. Namun, saat ini, sisa sepeda mesin rumput tersebut sudah tidak ada lagi.
"Yang ada mesin bekas pemotong rumputnya, soalnya sudah saya pretelin lagi," katanya sembari melempar senyum.
Tak hanya itu, inovasi Sariman tidak terbatas hanya membuat alat bantu sederhana. Pernah suatu ketika ada tukang sayur keliling yang datang ke bengkelnya untuk meminta motornya diubah. "Saat itu, kalau nggak salah motornya bersilinder sekitar 200 cc. Dia minta supaya bisa dijadikan tempat untuk barang dagangannya agar bisa ringkas saat digunakan berkeliling," katanya.
Permintaan tersebut langsung disetujui Samiran. Kemudian, ia membuat beberapa rangka yang membuat kendaraan roda dua tersebut menjadi roda empat. Dengan beberapa rangka bodi tambahan, layaknya mobil pikap. Tak lama berselang, kendaraan yang diinginkan selesai dan puas. Menurutnya ada satu hal yang menjadi pantangannya dalam menciptakan kreasinya.
"Saya kalau bisa jangan sampai mencontoh yang sudah ada, sebaiknya buat sendiri menurut kreasi dan keinginan kita," kata Sariman.
Sementara itu, sang istri, Romiyati mengaku senang dengan karya yang dibuat suaminya sejak tahun 2005 silam. Meski begitu, ia selalu berharap suaminya bisa menjaga kesehatannya.
"Kalau sudah mengerjakan sesuatu, kayak tak kenal waktu. Mulai pagi hingga pagi lagi, kadang hanya ngopi dan ngerokok. Karena itu, saya sering mengingatkan dia (Sariman) supaya makan teratur," katanya.
Selama ini, ia mengaku hanya bisa menikmati barang ciptaan elektroniknya yang merupakann otoped. Ia berharap, agar hasil kreasi suaminya bisa diakui pemerintah. Pengakuan tersebut menjadi sangat penting untuk meningkatkan kreativitas Sariman. Menurut Romiyati, dalam waktu dekat suaminya akan membuat kreasi baru.
"Kalau nggak salah, kemarin bilang kepada saya akan bikin backhoe. Saya pribadi akan mendukung suami saya dalam proses yang positif," jelasnya (mdk/amn)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya