Santri Korban Pencabulan Ustaz dan Senior di Depok Berjumlah 11, Hanya 3 Lapor Polisi

Senin, 4 Juli 2022 17:58 Reporter : Merdeka
Santri Korban Pencabulan Ustaz dan Senior di Depok Berjumlah 11, Hanya 3 Lapor Polisi Ilustrasi Kasus Santri Dicabuli Ustaz dan Senior

Merdeka.com - Penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengalami kendala mengusut dugaan pencabulan dan persetubuhan di Pondok Pesantren Istana Yatim Riyadhul Jannah, Depok, Jawa Barat. Penyidik kesulitan menggali kasus ini dari pihak korban.

Berdasarkan data dari kepolisian, korban pencabulan dan pemerkosaan berjumlah 11 orang. Namun hanya tiga korban yang bersedia dimintai keterangan oleh polisi.

"Tim Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya sampai saat ini berhasil melakukan pemeriksaan atau BAP terhadap tiga orang korban, karena memang kendalanya para korban ini enggan datang ke kantor Polisi untuk melaporkan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat konferensi pers, Senin (4/7).

Berkaca dari hal tersebut, kata Zulpan, penyidik berinisiatif menemui para korban demi mempermudah dalam hal proses pemeriksaan.

Zulpan sendiri tak menjelaskan secara gamblang, alasan para korban ogah memenuhi undangan kepolisian. Zulpan hanya memastikan akan mengusut kasus secara profesional.

"Kita jemput bola mendatangi para korban yang lain yang memang enggan datang ke memenuhi undangan penyidik untuk dimintai keterangan," ujar dia.

Di sisi lain, Zulpan berharap kepada santri-santri lain yang mengalami hal serupa bisa melaporkan kepada penyidik. "Agar kita bisa mendapat keterangan tambahan terkait jumlah korban yang lain," tandas dia.

2 dari 2 halaman

Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Sebelumnya, kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan di Pondok Pesantren Istana Yatim Riyadhul Jannah, Depok, Jawa Barat, terus bergulir. Dugaan pemerkosaan dan pencabulan sejumlah santri mencuat usai penasihat hukum dari para korban membuat laporan Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menerangkan, pihaknya telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Adapun tiga tersangka di antaranya belatar belakang sebagai ustaz sedangkan satu orang lagi merupakan santri putra senior yang juga menimba ilmu di Pondok Pesantren Istana Yatim Riyadhul Jannah.

"Hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan oleh penyidik, sampai dengan hari ini tiga orang ustaz atau guru ngaji di ponpes tersebut, hasil gelar yang dilakukan oleh penyidik telah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan. Dan jadi tersangka," kata dia saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (4/7).

Zulpan menerangkan, perbuatan tindak pidana persetubuhan dilakukan oleh satu ustaz dan satu santri putra senior. Sementara, dua orang ustaz lain melakukan tindak pidana pencabulan.

"Sampai dengan hari ini 4 orang pelaku ini sudah dinaikkan ke tahap penyidikan," ujar dia.

Kendati menyandang status sebagai tersangka, keberadaan empat orang masih disembunyikan pihak kepolisian. Diduga, keempat tersangka masih menghirup udara bebas.

"Penyidikan sudah menggelar nya seperti itu, nanti kalau masalah dia sudah diamankan ditangkap akan kami sampaikan lagi," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [gil]

Baca juga:
Polisi Tetapkan 3 Guru Ngaji & 1 Santri Pria Tersangka Persetubuhan di Ponpes Depok
Wali Kota Idris: Pelaku Pencabulan 11 Santri di Depok Belum Diketahui
Hamili Anak Usia 15 Tahun, Seorang Remaja Diciduk
Berdalih Memimpikan Mendiang Istri, Ayah Tega Hamili Anak Kandung yang Masih 15 Tahun
Dibonceng Seorang Kakek, Bocah di Bukittingi Dicabuli Sepanjang Perjalanan
Noda Darah dan Kondom Bekas Ungkap Kasus Pencabulan Ayah pada Anak di Gianyar

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini