Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Santri asal Depok yang tewas di Garut penghafal alquran

Santri asal Depok yang tewas di Garut penghafal alquran Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna. ©2017 Merdeka.com/nur fauziah

Merdeka.com - Kepergian Wisnu Dwi Erlangga (16), santri Pondok Pesantren Hidayatullah Depok membuat keluarga, teman dan kerabat, terpukul. Bahkan pihak Pemerintah Kota Depok pun ikut merasakan kehilangan.

Almarhum dikenal sebagai santri yang baik dan pintar. Korban dianggap sebagai aset masa depan oleh Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna.

"Kami sangat kehilangan putra berbakat, luar biasa. Seorang hafiz enam jus. Ini almarhum memiliki potensi yang luar biasa. Kami ikut merasakan kehilangan mendalam," kata Pradi di rumah duka di RT 002 RW 006, Pondok Cina, Beji, Depok, Kamis (18/5).

Wisnu adalah anak dari pasangan Lili Junaidi dan Nurhayati. Dia adalah santri kelas IX di ponpes itu. Pradi pun memberikan dukungan pada keluarga korban agar bisa tabah menerima musibah ini.

"Ini sebagai pembelajaran bahwa pada saatnya kita akan kembali. Mungkin prosesnya berbeda. Tapi saya mendoakan dan meyakini almarhum adalah putra terbaik dan Insya Allah khusnul khotimah," paparnya.

Setelah dari rumah duka, Pradi pun ikut ke lokasi pemakaman di TPU Pondok Cina II, Depok. Dia berterima kasih pada seluruh warga yang sudah membantu keluarga korban.

"Ini adalah rahasia lain dari Allah. Terima kasih juga atas kepedulian masyarakat. Semoga keluarga diberikan ketabahan," pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP