Sampah Plastik di Sumsel Naik Pesat Selama Pandemi
Merdeka.com - Sampah plastik dan kertas dari jual beli online di Sumatera Selatan meningkat drastis selama pandemi Covid-19. Palembang menjadi daerah penyumbang sampah terbesar.
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah B3 dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel, Ali Husin mengungkapkan, banyaknya masyarakat yang melakukan jual beli online selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat sampah didominasi jenis plastik dan kertas. Sementara sampah organik mengalami penurunan.
"Masyarakat sering berbelanja secara online selama PPKM, otomatis sampah bertambah, didominasi kertas dan plastik yang naik signifikan," katanya di Palembang, Kamis (23/9).
Dia menjelaskan, rata-rata harian sampah di Sumsel sebanyak 1.575 ton dan Palembang menjadi penyumbang terbanyak sebesar 1.200 ton. Di tahun lalu sampah sisa makanan dan sampah plastik sejenisnya masih berimbang.
"Sekarang justru sampah anorganik yang lebih banyak, peningkatannya cukup signifikan," ujarnya.
Ali mengatakan, 10 dari 17 kabupaten dan kota di Sumsel sudah mengelola sampah dengan baik. Sedangkan daerah lain masih menjalankan skema open dumping atau sampah dibiarkan terbuka tanpa penanganan lebih lanjut.
"Idealnya skema sanitary landfill atau pengelolaan sampah terpusat jauh dari kawasan pemukiman yang diterapkan, open dumping tidak diperbolehkan lagi," jelasnya.
Sementara kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) mayoritas daerah sudah penuh. Rata-rata daerah memiliki lahan TPA seluas 20 hektare namun dioperasikan secara bertahap.
"Sebelum benar-benar penuh, pengelolaan sampah yang baik menjadi solusi, tidak hanya ditumpuk saja," pungkasnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya