Sambut Mega di Surabaya, Gus Ipul-Puti sampaikan isu soal penyalahgunaan PKH
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarno Putri berkunjung ke Surabaya, Sabtu (28/4). Kedatangannya dalam rangka menghadiri agenda Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) di Surabaya.
Tiba di Bandara Internasional Juanda sekitar pukul 11.00 WIB, Megawati disambut oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno.

Selain itu, juga hadir Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini serta Bupati Ngawi Budi "Kanang" Sulistyono.
Tiba di ruang VIP Terminal I Bandara Juanda, Megawati mengadakan pertemuan terbatas secara tertutup sekitar 40 menit. Gus Ipul usai pertemuan menceritakan, dalam pertemuan tersebut sempat membicarakan konstelasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim.
"Kita bahas isu-isu yang ramai seputar Pilgub ini. Termasuk terkait isu penyalahgunaan program PKH," katanya.
Seperti diketahui, beberapa saat lalu seorang petugas lapangan Pendamping Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program Kementerian Sosial dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lamongan. Hal ini lantaran petugas tersebut ditemukan menitipkan pesan kepada warga untuk memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur nomor urut satu.
Secara pribadi, Gus Ipul menyayangkan tindak penyalahgunaan itu. Karena program PKH ini upaya pemerintah pusat untuk menangani kemiskinan di Indonesia. Justru didompleng untuk kepentingan pemenangan Pilgub Jatim.
"Saya yakin pendamping PKH itu masih punya hati nurani. Untuk itu, pendamping PKH itu kuat iman dan independen dan karena rawan disalahgunakan," ungkapnya. Namun demikian, ia mengajak seluruh elemen untuk memastikan program PKH dapat berjalan efektif. Caranya dengan melakukan pengawasan baik oleh Bawaslu, kepolisian, tokoh masyarakat dan publik.
Ditanya pesan yang dititipkan Mega ke paslon nomor dua, Gus Ipul menjawab, pesannya ada dua. Pertama, untuk terus bekerja keras, memanfaatkan kesempatan dan waktu dengan baik. Kedua, terus berkonsolidasi dengan partai-partai pengusung untuk terus bergerak. "PDIP harus bekerja keras. PKB, PKS dan Gerindra juga harus bekerja keras.
Sementara itu, Mega yang juga sebagai Ketua YKRI, dijadwalkan akan menghadiri Sarasehan Penerima Penghargaan Kalpataru, di Rumah Kediaman Walikota Surabaya, siang ini (28/4). Berlanjut acara Jaga Bumi Festival di Surabaya, keesokan harinya (29/4).
Tak sendiri, sejak berangkat dari Jakarta, Mega juga ditemani Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (mdk/hrs)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya