Salim Said sebut hanya keluarga PKI yang ingin buat film G30S versi baru

Sabtu, 23 September 2017 10:44 Reporter : Supriatin
Salim Said sebut hanya keluarga PKI yang ingin buat film G30S versi baru Salim Said di diskusi Film PKI. ©2017 Merdeka.com/supriatin

Merdeka.com - Guru Besar Ilmu Politik sekaligus kritikus Film Salim Said mempertanyakan rencana pembuatan film Pengkhianatan G30 S PKI versi baru. Menurut dia, upaya itu bisa menghapus sejarah Pengkhianatan G30 S PKI yang sebenarnya.

"Menurut firasat politik saya, yang mau mereka luruskan (sejarah Pengkhianatan PKI) itu PKI, keluarga PKI, simpatisan PKI. Mereka mau luruskan sejarah. Kalau mau luruskan sejarah, artinya sejarah sekarang salah," kata Salim dalam diskusi di Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, (23/9).

"Maka hati-hati lah dengan film PKI versi baru. Ini soal politik," sambungnya.

Perlu diketahui, rencana pembuatan film Pengkhianatan G30 S PKI versi baru adalah usulan Presiden Joko Widodo. Jokowi menilai, perlu ada perubahan penyajian film tersebut sesuai dengan perkembangan zaman. Namun, Salim tidak meyakini Jokowi adalah pihak keluarga yang ingin meluruskan sejarah Pengkhianatan G30 S PKI.

"Saya tidak percaya (Jokowi bagian dari keluarga PKI)," ucapnya.

Mantan Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) ini menambahkan, serangan terhadap Presiden Jokowi datang silih berganti. Misalnya belakangan Jokowi dikaitkan dengan PKI. Padahal, Jokowi lahir jauh setelah PKI memberontak.

"Tapi banyak yang percaya (Jokowi keluarga PKI) dan itu menyusup ke tentara. Nah kalau saya Panglima TNI, saya jaga dong bawahan saya (dari susupan itu)," ucapnya.

Salim menegaskan, film Pengkhianatan G30 S PKI versi baru bisa saja dibuat, asalkan Panglima TNI bisa menjamin jajarannya bersih dari Gerakan September Tiga Puluh (Gestapu).

"Boleh buat film tapi Panglima harus punya alat untuk membersihkan dari Gestapu itu," tandasnya. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Film G30S PKI
  2. G30S
  3. PKI
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini