Saksi kasus Habib Bahar mengaku Surat Panggilan Polisi Dititipkan ke Warung

Kamis, 6 Desember 2018 03:31 Reporter : Irwanto
Saksi kasus Habib Bahar mengaku Surat Panggilan Polisi Dititipkan ke Warung habib bahar bin smith. ©2018 facebook.com/sayyidbahar.binsmith

Merdeka.com - Mabes Polri terus mendalami kasus dugaan ujaran kebencian yang menjerat Habib Bahar bin Smith di Palembang. Salah seorang saksi yang menjadi dimintai keterangan adalah Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) Sumsel Habib Mahdi Muhammad Syahab.

Saat dihubungi merdeka.com, Habib Mahdi mengakui dipanggil penyidik dalam kapasitas sebagai saksi. Hanya saja, dia belum bisa hadir karena sedang keluar kota.

"Ya, saya dipanggil sebagai saksi, yang pertama belum bisa hadir, tidak tahu kapan panggilan kedua," ungkap Habib Mahdi, Rabu (5/12).

Dalam surat panggilan itu, kata dia, tercantum waktu pemeriksaan di Mapolda Sumsel tanggal 3 Desember 2018 pukul 09.00 WIB. Hanya saja, surat itu baru diterimanya pada malam harinya.

"Surat panggilan itu dititipkan warung depan rumah, saya baru terima malamnya. Saya tidak tahu siapa yang menyerahkan (menitipkan ke warung)," ujarnya.

"Begitu saya terima saya langsung kontak penyidik, tidak bisa hadir karena lagi di luar kota," sambungnya.

Meski demikian, dia akan bersikap kooperatif jika kembali dipanggil penyidik. Dia akan memberikan keterangan sesuai sepengetahuannya.

"Saya tidak tahu kapan dipanggil lagi, sejauh ini belum ada," kata dia.

Habib Mahdi membenarkan pernah mengundang Habib Bahar untuk mengisi ceramah di suatu acara di Palembang yang dihadiri ribuan orang. Hanya saja, ceramah itu berlangsung pada 2016, bukan Januari 2017 seperti yang dilaporkan.

"Saya lupa isi ceramahnya karena sudah lama, apalagi sudah lebih dari 50 ulama saya undang datang ke Palembang," terangnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Slamet Widodo mengaku tidak memiliki wewenang untuk menjelaskan pemeriksaan saksi kasus ini. Menurut dia, kasus ini diserahkan sepenuhnya kepada Mabes Polri.

"Itu kan sudah di-warning, satu suara dari Mabes, tanya ke Mabes saja," pungkasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Habib Bahar
  2. Palembang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini