Sakit Hati dengan Bos, Sopir Bobol Brankas Perusahaan Berisi Rp 78 Juta

Selasa, 15 Oktober 2019 00:45 Reporter : Erwin Yohanes
Sakit Hati dengan Bos, Sopir Bobol Brankas Perusahaan Berisi Rp 78 Juta Ilustrasi borgol. shutterstock

Merdeka.com - Seorang sopir di Surabaya diringkus Unit Reskrim Polsek Tegalsari lantaran membobol brankas yang berisi uang Rp 78 juta. Pelaku bernama Irvan Zakaria (38), warga Kalibokor yang indekos di Jalan Pucangan gang 3, Surabaya.

Saat diamankan, polisi tidak menemukan uang. Hanya beberapa peralatan rumah tangga seperti kipas angin, TV, AC dan sepeda motor. Barang-barang ini, dibeli menggunakan uang dari hasil mencuri tersebut.

"Yang bersangkutan kami amankan kemarin, setelah kami lakukan pengejaran selama kurang lebih 26 hari," sebut Kapolsek Tegalsari Kompol Rendy Surya Aditama didampingi Kanitreskrim Iptu Kennardi, Senin (14/10).

Rendy mengatakan jika penangkapan terhadap tersangka Irvan tidaklah mudah. Tersangka kerap berpindah-pindah tempat saat hendak diamankan. "Tersangka ini cukup licin. Bahkan kita sempat dibantu Polrestabes Surabaya dan Polresta Sidoarjo untuk memburunya," katanya.

Selain dikenal licin, pelaku juga tidak menggunakan uang hasil kejahatannya untuk belanja secara langsung. Namun sedikit demi sedikit. Karena itu, polisi sempat mengalami kesulitan untuk mengendus transaksi yang dilakukan.

Rendy mengatakan jika brankas yang dicuri pelaku total isinya sebesar Rp 78 juta. Dari uang itu, pelaku mengaku membelanjakan berbagai perabotan rumah tangga, hiburan dan sisanya untuk judi online.

"Isi brankas sekitar Rp 78 juta dan semua diambil oleh tersangka. Alasannya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga karena sakit hati pada bosnya," jelasnya.

Tersangka Irvan, mengatakan, jika aksi pembobolan brankas yang ia lakukan dilandasi rasa sakit hati dengan bosnya.

"Saya tidak terimanya saat dipindah itu pak. Awalnya jadi sopir pribadinya, terus dipindah ke kantor. Kerja saya jadi ndak enak. Brankasnya saya bobol pas sepi. Saya pakai kunci, tidak pakai merusak. Awalnya saya sering disuruh beli air galon, dibuat kantor. Mulai dari situ saya hafal. Saya cari kuncinya, terus saya ambil uangnya," kata Irvan. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Pencurian
  2. Surabaya
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini