Rumah Rohaniawan di Flores Timur Dirusak, Tujuh Pelaku Ditangkap
Merdeka.com - Tim gabungan personel Polres Flores Timur dan Brimob mengamankan tujuh orang yang diduga pelaku perusakan rumah dioses atau pemuka agama di PT Rerolara Hokeng, Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (20/11) sore.
Kabid humas Polda Nusa Tenggara Timur, AKBP Johannes Bangun mengatakan, tujuh pelaku diamankan berdasarkan hasil penyelidikan personel Kepolisian Resor Flores Timur di lapangan, pasca kejadian, Selasa (19/11) kemarin.
"Tujuh pelaku itu sudah diamankan oleh petugas gabungan sekitar pukul 17.00 Wita tadi dan saat ini sedang diperiksa di Mapolres Flotim," ujarnya.
Tujuh orang pelaku tersebut masing-masing berinisial PPK (19), HL (20), LST(19), ABT (18), YDSY (18), SN (34) dan HHS (21). Semuanya merupakan warga Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang.
Saat ini personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan lokasi tanah PT. Rerolara Hokeng.
Sebelumnya dilaporkan, pada Selasa (19/11) sekitar pukul 07 00. Wita Warga suku Tukang, Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang mendatangi Rumah Dioses PT. Rerolara Hokeng. Mereka membawa senjata tajam dan ketapel, lalu melakukan perusakan Kapel Dioses dengan cara melempar kaca menggunakan batu serta membakar gudang penyimpanan Kopi.
Aksi Pengerusakan dan pembakaran ini terjadi akibat warga Suku Tukang menghendaki agar pematokan pilar tanah HGU PT. Rerolara Hokeng, serta segala aktivitas di lokasi tanah tersebut dihentikan.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya