Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di Tangerang Selatan Sisa 5 Persen

Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di Tangerang Selatan Sisa 5 Persen ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ruang perawatan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Intensive Care Unit (ICU) khusus pasien Covid-19 di Tangerang Selatan, 95 persen telah terisi. Saat ini, Pemkot Tangsel terus berusaha menyediakan fasilitas layanan medis khusus bagi pasien Covid-19.

"Kita mempersiapkan tambahan kamar dan ICU. Karena itu sekarang memang, IGD/ICU kapasitasnya sudah penuh, kamar kapasitasnya sudah terisi 95 persen," ungkap Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie dikonfirmasi Selasa (29/12).

Menurut laporan yang dia terima, saat ini Kota Tangsel, kembali masuk ke dalam zona merah penyebaran Covid-19. Pihaknya juga berupaya kembali meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap Protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

"Memang masuk merah lagi, kemudian juga upaya kita dihulu menggerakan protokol kesehatan bagi masyarakat melalui berbagai macam upaya. Nanti saya akan melakukan evaluasi bersama teman-teman," jelas dia.

Dengan keterbatasan fasilitas kamar perawatan yang ada, Pemkot Tangsel merencanakan fasilitas ruang perawatan Puskesmas yang ada, untuk dijadikan ruang perawatan khusus Covid-19.

"Persiapan kita, puskesmas yang ada 30 itu yang dengan 21 tempat perawatan akan dijadikan tempat transit, sebelum mereka dirujuk ke fasilitas pelayanan Covid-19.Kemudian yang kedua, rumah sakit di pakulonan itu dengan kapasitas 100 tempat tidur itu, kita siapkan untuk menjadi rumah penanganan dengan gejala sedang," jelas Benyamin.

Selanjutnya, Pemkot juga akan menambah 50 kamar dari 150 kamar yang tersedia di Rumah Lawan Covid (RLC) sebagai tempat penampungan pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG).

Benyamin mengakui, tingginya angka penyebaran Covid-19 di Tangsel, juga disebabkan rendahnya anga kesadaran masyarakat terhadap Prokes 3M.

"Tingkat kepatuhan 76 sampai 78 persen. Merosot lagi. Jadi disiplin masyarakat, abai menggunakan masker. Makanya satgas kita turunkan ke bawah. Disiplin ini persoalan yang harus menjadi kepedulian semua pihak. Saya sudah meminta berbagai kelompok masyarakat melalui grup WA untuk 4M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," ungkap dia.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP