Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

RSHJ bantah tudingan larangan pasang alat musik saat proses lahiran

RSHJ bantah tudingan larangan pasang alat musik saat proses lahiran Keluarga Raudiah datangi Komnas PA. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Rumah Sakit Harapan Jayakarta melakukan klarifikasi mengenai tuduhan atas dugaan hilangnya salah satu bayi dalam persalinan Raudiah Elvaningsih di Rumah Sakit Harapan Jayakarta, Kamis (23/6). Pihak RSHJ membantah melarang musik di ruang persalinan saat proses persalinan.

"Tidak ada standar dalam rumah sakit yang nyatakan bahwa enggak boleh pasang alat musik. Yang ada alat musik yang dipasang untuk membantu menenangkan pasien, buat nyaman pasien. Alat musik itu enggak lebihi ambang suara yang telah ditentukan oleh RSHJ," kata Wakil Direktur RSHJ Ari Hidayat, di lokasi, Kamis (23/6).

Dia juga menanggapi tuduhan langkah medis yang dilakukan RSHJ kepada pasien terkait penandatangan perizinan tindakan operasi sesar yang tidak diketahui oleh suami pasien tersebut.

"Saat hendak dilakukan persalinan, pasien (Raudah) tidak ditemani siapapun. Sementara keadaan mengharuskan pasien dan bayi segera diselamatkan untuk operasi. Karena pasien sudah cukup umur, maka dia punya hak menandatangani persetujuan tindakan medis," ucapnya.

Oleh karena itu berhubung pasien tidak didampingi oleh siapapun, akhirnya pihak rumah sakit harus melakukan tindakan medis secepatnya. Tindakan medis yang seperti itu, menurut dia memang sudah sesuai prosedur dari RSHJ.

"Dari semua tuduhan yang dilaporkan oleh ibu Raudiah, kita tidak berupaya untuk menutupi suara tangisan bayi seperti apa yang disangkakan Raudiah," tutupnya.

Sebelumnya Raudiah sempat menolak menandatangani surat pernyataan operasi. Sebab, sang suami yang berhak atas surat tersebut belum datang. Akhirnya, Raudiah dengan berat hati mendatangi surat pernyataan menjalani operasi lantaran didesak oleh pihak rumah sakit tanpa menunggu kedatangan suami maupun keluarganya.

Dia juga mengakui proses persalinannya di rumah sakit itu terasa janggal karena dokter menyetel musik kencang sepanjang operasi. Semula ia berpikir, musik itu untuk menenangkannya selama operasi. Namun sejak kehilangan salah satu bayi kembarnya, Raudiah menaruh curiga.

"Saya sebelumnya sudah pernah melahirkan, tapi baru kali ini waktu melahirkan distel musik kencang. Dulu saya melahirkan di RS Budhi Asih tidak begitu (tak ada musik)," kata Raudiah, saat mengadu ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (15/6/2016).

Meski dibius, Raudiah mengatakan ia dalam kondisi sadar, tetapi hanya dapat melihat dan mendengar. Ia merasa musik itu sengaja diputar kencang agar ia tidak mendengar pembicaraan dokter selama proses operasi melahirkan.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP