Rp7,7 Juta Terkumpul dalam Sekejap, Kemenag Sampang Galang Dana untuk Korban Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny

Kementerian Agama Sampang menunjukkan kepeduliannya dengan Galang Dana spontan untuk santri korban reruntuhan Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Rp7,7 Juta Terkumpul dalam Sekejap, Kemenag Sampang Galang Dana untuk Korban Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny
Kementerian Agama Sampang menunjukkan kepeduliannya dengan Kemenag Sampang Galang Dana spontan untuk santri korban reruntuhan Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo. Simak bagaimana aksi ini mengumpulkan jutaan rupiah dalam waktu singkat. (Merdeka.com)

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Rabu (1/10) secara sigap menggalang dana. Aksi ini bertujuan untuk membantu para santri yang menjadi korban reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo. Inisiatif kemanusiaan ini menunjukkan respons cepat terhadap musibah yang menimpa.

Kepala Kemenag Sampang, Afandi, memimpin langsung kegiatan penggalangan dana tersebut. Aksi ini dilakukan seusai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Kemenag setempat. Langkah ini menegaskan komitmen Kemenag Sampang terhadap nilai-nilai kepedulian sosial.

Afandi secara langsung mendatangi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Sampang dengan membawa kardus donasi. Beliau mengajak mereka untuk menyisihkan sebagian rezeki demi membantu korban tragedi Al-Khoziny. Penggalangan dana spontan ini disambut antusias oleh seluruh jajaran ASN.

Solidaritas Kemenag Sampang untuk Korban Al-Khoziny

Aksi penggalangan dana yang dipimpin oleh Kepala Kemenag Sampang, Afandi, mendapat sambutan hangat dari para ASN. Mereka dengan sukarela menaruh uang ke dalam kardus yang dibawa langsung oleh Afandi. Suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan rasa peduli sosial sangat terasa pada pagi itu.

Menurut Afandi, aksi kecil namun bermakna ini sejalan dengan nilai gotong royong yang terkandung dalam Pancasila. "Kita ingin nilai-nilai Pancasila tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus tercermin melalui sikap nyata dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui kepedulian sosial," ujarnya. Donasi ini bukan hanya sekadar jumlah, tetapi semangat kebersamaan dan kepedulian yang dibangun bersama.

Pancasila, sambung Afandi, mengajarkan untuk peduli kepada sesama, sebuah prinsip fundamental yang harus terus diamalkan. Melalui momentum ini, diharapkan semangat pengamalan Pancasila terus terjaga di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sampang. Hal ini berlaku tidak hanya pada saat peringatan tahunan, tetapi juga dalam setiap aktivitas kedinasan dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada aksi penggalangan dana spontan itu, Kemenag Sampang berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp7.740.000. Dana ini akan disalurkan untuk meringankan beban para santri korban reruntuhan Pondok Pesantren Al-Khoziny.

Tragedi Runtuhnya Ponpes Al-Khoziny: Data Korban Sementara

Insiden tragis runtuhnya bangunan tiga lantai Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa ini terjadi saat ratusan santri tengah melaksanakan shalat Ashar di mushalla lantai satu. Musibah ini mengejutkan banyak pihak dan menimbulkan keprihatinan mendalam.

Data sementara menyebutkan bahwa ada sekitar 140 santri yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, 102 santri berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan. Upaya penyelamatan terus dilakukan untuk mencari korban lainnya.

Namun, 38 santri lainnya dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan pesantren. Tim penyelamat terus bekerja keras untuk menemukan dan mengevakuasi mereka. Tragedi ini menjadi perhatian nasional dan memicu gelombang kepedulian dari berbagai pihak, termasuk dari Kemenag Sampang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi