Romahurmuziy Ikut Seret Nama Khofifah, KPK akan Lihat Relevansinya
Merdeka.com - Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy menyeret nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ikut merekomendasi nama Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur.
Rommy mengaku mendapat rekomendasi dari Khofifah terkait nama Haris Hasanuddin. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, apa yang dilakukan Rommy adalah hal yang biasa terjadi dalam proses hukum di KPK.
Meski begitu, Febri menyatakan tim penyidik kemungkinan memeriksa Khofifah jika dibutuhkan.
"Nanti nama-nama atau informasi-informasi atau hal-hal lain itu sebenarnya bisa disampaikan langsung kepada penyidik kalau memang relevan. Jadi relevansinya harus kita lihat," ujar Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/3).
"Bisa saja orang-orang menyebut nama siapapun, namun tentu KPK punya tanggungjawab untuk melihat ada atau tidak relevansinya dengan pokok perkara," kata Febri.
Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Romahurmuziy diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.
Selain Romahurmuziy, KPK juga menetapkan dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS). Keduanya diduga menyuap Romi agar mendapatkan jabatan di Kemenag.
KPK menemukan bahwa Rommy tak hanya bermain pada proses jual beli jabatan di Kanwil Kemenag Jawa Timur. KPK mengaku menerima banyak laporan bahwa Rommy bermain di banyak daerah di Tanah Air. KPK pun berjanji akan mendalami hal tersebut.
Dalam memainkan pengisian jabatan di Kemenag, Rommy dibantu pihak internal Kemenag. KPK pun sudah mengantongi nama oknum tersebut. Hanya saja lembaga antirasuah masih menutup rapat siapa oknum tersebut.
KPK juga sudah menggeledah beberapa ruangan di Kemenag. Salah satunya ruangan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. KPK menemukan uang Rp 180 juta dan USD 30 ribu saat menggeledah ruang kerja Lukman yang merupakan kader di partai yang dipimpin Rommy yakni PPP.
Reporter: Fachrur Rozie
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya