Romahurmuziy Bebas, Bukti Peradilan Korupsi Setengah Hati

Kamis, 30 April 2020 17:21 Reporter : Bachtiarudin Alam
Romahurmuziy Bebas, Bukti Peradilan Korupsi Setengah Hati Ekspresi Romahurmuziy Saat Simak Kesaksian Khofifah. ©2019 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - KPK mengajukan kasasi atas pemotongan vonis mantan Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) yang terbelit kasus suap jual beli jabatan pejabat Kakanwil Kemenag. Akibat pemotongan masa hukuman di Tingkat Pengadilan Tinggi, Rommy bebas Rabu (29/4) semalam.

Terkait hal tersebut, Peneliti Transparency International Indonesia (TII) Alvin Nicola berharap, Mahkamah Agung (MA) membatalkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta dan memperberat vonis mantan ketua umum PPP Romahurmuziy.

"Kami meminta MA juga berani menunjukkan keberpihakannya kepada publik dengan membatalkan putusan di PT dan memperberat vonis Rommy," ujar Alvin saat dihubungi merdeka.com, Kamis (30/4).

Menurutnya, pemotongan vonis Rommy dari 2 tahun hukuman penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan menjadi setengah hukuman, tidak mempertimbangkan political exposed person pada kasus korupsi suap.

"Dipotongnya hukuman Rommy, di PT Jakarta menegaskan bahwa lembaga pengadilan tidak mempertimbangkan figur Rommy yang berlatarbelakang politisi atau political exposed person. Dimana Rommy menjabat pimpinan partai politik sekaligus anggota DPR," kata Alvin.
Padahal, lanjut dia, Indeks Persepsi Korupsi sudah menegaskan bahwa korupsi di sektor politik itu, jantungnya korupsi di Indonesia.

“Kalau penanganan korupsi politik masih setengah hati dan cenderung politis, korupsi tidak akan hilang," tambahnya.

Baca Selanjutnya: Cabut Hak Politik Rommy...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini