Riset Setara Institute Soal Gerakan Eksklusivisme Agama di 10 Perguruan Tinggi Negeri

Jumat, 31 Mei 2019 21:13 Reporter : Merdeka
Riset Setara Institute Soal Gerakan Eksklusivisme Agama di 10 Perguruan Tinggi Negeri Setara Institute rilis survei eksklusivisme keagamaan di perguruan tinggi negeri. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Setara Institute merilis temuannya dalam studi kasus gerakan ekslusivisme agama di 10 perguruan tinggi negeri (PTN) yang ada di Indonesia. Hasilnya, ada tiga kesimpulan dan temuan utama. Pertama, gerakan eksklusivisme agama di kampus mengancam keberagaman.

"Di berbagai kampus negeri area riset, masih berkembang wacana dan gerakan keagamaan eksklusif yang tidak hanya digencarkan oleh satu kelompok tertentu, tapi beberapa kelompok," kata Direktur Riset Setara Institute Halili dalam jumpa pers di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Jumat (31/5).

Kondisi eksklusivisme agama di kampus dikhawatirkan menjadi ancaman bagi demokrasi. Apalagi di tengah situasi politik yang memanas. Indoktrinasi terus diproduksi di tengah kampus.

Kesimpulan kedua, pembubaran HTI oleh pemerintah pada kenyataannya tidak mengurangi eksklusivitas gerakan mereka di perguruan tinggi. "Pembubaran HTI hanya menghilangkan struktur organisasi di permukaan, tapi wacana eksklusif masih terus berkembang," beber Halili.

Ketiga, riset Setara menunjukkan adanya peran aktor kampus dalam berkembangnya wacana gerakan eksklusivisme keagamaan di kampus.

Sebagai informasi, 10 kampus nasional menjadi riset Setara Institute adalah Universitas Indonesia, Intitut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, UGM, UIN Jakarta, UIN Bandung, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Yogya dan Universitas Matatam.

Metodologi yang digunakan peneliti di setiap universitas tidak sama persis. Disesuaikan dengan kecenderungan dan keahlian peneliti di masing-masing universitas. Selain itu ada pula penggunaan metode penelitian Desk Review meliputi kajian dokumen, data statistik, riset serta teks book seperti dilakukan di Universitas Airlangga. Metode kombinasi dengan survei sederhana dilakukan di IPB. Ada juga penggunaan metode etnografi yang digunakan secara kombinatif pada penelitian di beberapa universitas.

Untuk teknik pengumpulan data dalam penelitian ini juga menggunakan beberapa cara yang secara umum meliputi wawancara mendalam (in-depth interview) baik terstruktur maupun tidak terstruktur, diskusi kelompok terfokus atau Focused Group Discussion (FGD), pengamatan atau observasi, dan analisis dokumen atau data sekunder. Kemudian, terkait waktu penelitian di setiap universitas ini berlangsung pada bulan Februari-April 2019.

Reporter: Muhammad Radityo [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini