Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ridwan Kamil soal marak hoax: Teknologinya kecepatan kitanya telat

Ridwan Kamil soal marak hoax: Teknologinya kecepatan kitanya telat Ridwan Kamil gerebek panti pijat. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil‎ mengakui masih banyak informasi kebohongan yang beredar di media sosial maupun situs tertentu. Bahkan, informasi keliru tersebut terkadang 'dimakan' bulat-bulat oleh sebagian orang.

Ridwan atau akrab disapa Emil ini mengatakan, masih kurangnya daya jelajah masyarakat menunjukkan ilmu dan budaya kita tidak seimbang. Bahkan dia menganggap, teknologi yang kini ada lebih cepat dibandingkan perkembangan pengetahuan.

‎"Kesiapan ilmu dan budaya kita tidak seimbang dengan teknologi. Teknologinya kecepatan. Kitanya telat. Jadi kita enggak bisa milih informasi," katanya di TIM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/1).

Dia menambahkan, dengan kurangnya pengetahuan membuat seseorang semakin sulit untuk memilah informasi. Sehingga perlu ada pendewasaan dan pengetahuan.

"Coba bayangin ada delapan ribu situs online gimana milahnya. Kuncinya apa? Kedewasaan dan pengetahuan," tutup Emil.

Sebelumnya, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)membuat heboh jagad politik dan sosial setelah menulis tentang keprihatinannya terhadap keadaan negara Indonesia saat dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut SBY, juru fitnah dan penyebar kebohongan tengah berkuasa.

"Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang? *SBY*" kicau SBY dalam akun twitternya, Jumat (20/1).

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP