Ribuan warga korban banjir Mojokerto kesulitan makanan
Merdeka.com - Banjir luapan Sungai Sadar kembali menerjang ribuan rumah di 5 Desa di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, sejak Sabtu malam (25/2). Warga terdampak banjir kesulitan makanan lantaran bantuan tidak kunjung datang.
Hingga Minggu (26/2) sore, 5 Desa masih terendam banjir, yakni; Desa Gebangmalang, Sumberjati, Kepuhanyar, Keweden Kembar, dan Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar. Ketinggian air paling tinggi di Dusun Sumberwaru, Desa Sumberjati, lebih dari 1 meter atau sepinggang orang dewasa.
Menurut salah satu warga Dusun Keret, Desa Sumberjati, Kecamatan Mojoanyar, Sumiati (57), sejak Sabtu malam, warga belum dapat bantuan makanan. Sementara rumah warga terendam sehingga tidak bisa beraktivitas atau memasak.
"Belum ada bantuan makanan, sejak tadi malam warga tidak bisa apa apa," kata Sumiati.
Tidak hanya di Dusun Keret saja warga terdampak banjir yang mengeluhkan kesulitan makanan. Warga di Dusun Ngembetsari, Desa Gebangmalan juga mengeluh karena tidak bisa memasak. Warga hanya berharap bantuan dari Dinas terkait.
"Keluarga saya tidak bisa masak karena rumah saya terendam dan banyak perabot yang rusak," kata Ahmad Ali (57), warga Dusun Ngembetsari.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Mohammad Zaini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto sudah menyalurkan beras melalui Dinas Sosial. Beras 8 ton itu disalurkan ke 6 desa terdampak banjir. Banjir yang terjadi kali ini, dia mengakui tidak bisa berbuat banyak sebab mengandalkan logistik yang sudah dikirim tersebut.
"Pada hari Jumat (24/2) kemarin didistribusikan untuk jatah 3 hari, setiap jiwa dijatah 3 kali makan. Sedangkan untuk banjir sekarang masih kami koordinasikan dengan Camat Mojoanyar," katanya.
Sementara Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto pagi tadi mulai mendirikan dapur umum di halaman belakang Kantor Kecamatan Mojoanyar. Untuk warga terdampak banjir akan disediakan sekitar 1.200 nasi bungkus untuk makan malam.
"Hari ini, kita sediakan 1.200 bungkus, untuk satu kali makan bagi warga terdampak banjir. Kita butuh proses masak, nasi bungkus baru bisa didistribusikan sore hari," kata Koordinator Dapur Umum, Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Imam Syaifudin.
Imam yang juga Wakil Koordinator Tagana, Dinas Sosial, mengatakan logistik untuk dapur umum disediakan untuk kebutuhan 2 hari. Tapi disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan.
"Sementara untuk 2 hari, kalau memang dibutuhkan lagi, akan dikoordinasikan supaya diperpanjang lagi," katanya.
Sementara data BPBD Kabupaten Mojokerto, Desa yang terdampak banjir di antaranya, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, yang terendam luberan sungai 100 rumah. Desa Gebangmalang, Dusun Grogolgede 250 rumah, Dusun Ngembetsari 200 rumah. Lainnya di Desa Dumberjati, Kwesenkembar dan Desa Gayaman. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya