Pusat Pelatihan dan Pengembangan Industri (PPKPI) Pasar Rebo, Jakarta Timur, untuk pertama kalinya membuka seleksi pelatihan bahasa Jepang bagi masyarakat umum pada Senin (19/1). Inisiatif ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa, terbukti dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 1.000 orang.
Kepala PPKPI Siti Jamharoh menyatakan bahwa seleksi perdana ini merupakan respons terhadap tingginya minat masyarakat. Proses seleksi ketat akan berlangsung selama tiga hari untuk menyaring calon peserta terbaik. Hanya 20 peserta terpilih yang akan mengikuti program intensif selama 72 hari atau sekitar tiga bulan.
Pembukaan pelatihan bahasa Jepang ini menandai perluasan program di PPKPI Pasar Rebo, yang sebelumnya hanya menyediakan pelatihan bahasa Inggris dan Korea. Pelatihan ini juga bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil yang siap mengisi berbagai sektor pekerjaan di Jepang.
Advertisement
Advertisement
Animo masyarakat untuk mengikuti pelatihan bahasa Jepang di PPKPI Pasar Rebo sangat tinggi, melebihi ekspektasi awal. Lebih dari 1.000 pendaftar memadati lokasi seleksi di Jalan Raya Bogor, menunjukkan minat besar dalam meraih kesempatan kerja di luar negeri. Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi daring bit.ly/pendaftaranppkpi, yang memudahkan calon peserta untuk mendaftar.
Menurut Siti Jamharoh, PPKPI Pasar Rebo membuka program pelatihan bahasa Jepang ini karena melihat tingginya permintaan dan peluang kerja di Negeri Sakura. Keberadaan program ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan tenaga kerja di Jepang dengan potensi sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Ini juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja lokal.
Meskipun baru pertama kali diselenggarakan, program ini langsung menarik perhatian ribuan individu yang ingin meningkatkan keterampilan bahasa mereka. Tingginya jumlah pendaftar mengindikasikan bahwa masyarakat sangat membutuhkan akses ke pelatihan vokasi yang relevan dengan pasar kerja global.
Advertisement
Advertisement
Proses seleksi pelatihan bahasa Jepang di PPKPI Pasar Rebo dirancang secara ketat, berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (21/1). Setiap hari, seleksi dibagi menjadi tiga sesi untuk mengakomodasi seluruh pendaftar yang membludak. Tahapan seleksi meliputi psikotes dan tes matematika, guna memastikan peserta yang terpilih memiliki potensi terbaik.
Dari total 1.000 peserta yang mengikuti seleksi, hanya 20 orang yang akan diterima untuk mengikuti pelatihan intensif. Pelatihan ini akan berlangsung selama 72 hari atau sekitar tiga bulan, membekali peserta dengan kemampuan bahasa Jepang yang memadai untuk bekerja di Jepang. Program ini menargetkan 1.290 siswa untuk semua kejuruan pada tahun 2026, meskipun ada efisiensi anggaran dibandingkan tahun sebelumnya.
Para peserta yang berhasil lulus pelatihan bahasa Jepang ini dijanjikan kesempatan untuk bekerja di Jepang. Penawaran kerja di Jepang sangat bervariasi, meliputi sektor otomotif, kuliner (kue), perhotelan, dan bidang lainnya. Peluang ini sangat menjanjikan, dengan gaji yang kompetitif dan prospek karier yang cerah di negara maju.
Advertisement
Advertisement
Salah satu peserta seleksi, Michael Johan Tomatala (34), mengungkapkan motivasinya untuk bekerja di Jepang. Ia mengaku tertarik karena kecintaannya pada film animasi Jepang dan berharap dapat mewujudkan impiannya bekerja di sana. Michael, yang sebelumnya pernah mengikuti pelatihan kejuruan multimedia di PPKPI Pasar Rebo, berharap bisa bekerja sebagai pengemudi di Jepang dengan gaji yang menjanjikan, di atas Rp20 juta per bulan.
Kehadiran program pelatihan ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Proses seleksi di ruang serbaguna PPKPI bahkan ditinjau langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin. Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar global.
Dukungan dari pejabat tinggi pemerintah daerah ini menegaskan pentingnya program vokasi seperti yang diselenggarakan PPKPI Pasar Rebo. Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang kerja bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah internasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews