Ribuan pelayat memadati Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Minggu pagi, 4 Januari, untuk menshalatkan jenazah pemimpin Pondok Pesantren Gontor, KH Amal Fathullah Zarkasyi.
Sejak pagi hari, rumah duka di kompleks Pondok Modern Darussalam Gontor di Kecamatan Mlarak telah dipenuhi oleh para pelayat yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berbondong-bondong untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Alumni, santri, hingga tokoh nasional silih berganti menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum sebelum jenazah diberangkatkan menuju masjid. Kehadiran mereka mencerminkan betapa besar pengaruh dan sosok KH Amal Fathullah Zarkasyi bagi banyak pihak.
Advertisement
Advertisement
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menyampaikan duka cita mendalam dan menilai KH Amal Fathullah Zarkasyi sebagai figur teladan bagi dunia pesantren di Indonesia. Kontribusi almarhum sangat besar melalui pemikiran serta perjuangannya dalam memperkuat peran pesantren secara nasional.
Hidayat Nur Wahid secara langsung menyaksikan peran penting almarhum dalam lahirnya Undang-Undang Pesantren. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari perjuangan KH Amal Fathullah Zarkasyi demi kemaslahatan pesantren, tidak hanya Gontor, tetapi juga seluruh pesantren di Indonesia.
Selain dikenal sebagai pemikir ulung, KH Amal Fathullah Zarkasyi juga memiliki kedekatan erat dengan para santri dan alumni. Meskipun mengemban amanah sebagai pimpinan pondok, almarhum tetap dikenal rendah hati dan mudah berbaur dengan siapa saja.
Advertisement
Advertisement
Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Hamid Fahmi Zarkasyi, turut menegaskan peran krusial almarhum dalam memperjuangkan pengakuan pesantren melalui Undang-Undang Pesantren. Perjuangan ini memberikan payung hukum yang kuat bagi lembaga pendidikan Islam tersebut.
Berkat jasa besar KH Amal Fathullah Zarkasyi, lulusan pondok kini dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa harus melalui ujian negara. Ini adalah pencapaian signifikan yang harus terus diingat dan dilanjutkan oleh generasi penerus.
Undang-Undang Pesantren menjadi bukti nyata dedikasi almarhum dalam mengangkat derajat pendidikan pesantren di mata negara. Hal ini juga membuka lebih banyak kesempatan bagi para santri untuk berkontribusi di berbagai bidang.
Advertisement
Advertisement
Setelah prosesi shalat jenazah yang khidmat, jenazah KH Amal Fathullah Zarkasyi kemudian dimakamkan di kompleks makam keluarga Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor. Pemakaman ini dihadiri oleh keluarga besar, santri, alumni, dan tokoh masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Suasana duka menyelimuti area pemakaman, namun juga diiringi rasa bangga atas dedikasi dan warisan ilmu yang ditinggalkan almarhum. Kepergian KH Amal Fathullah Zarkasyi meninggalkan duka mendalam, namun semangat perjuangannya akan terus hidup.
Kehadiran ribuan pelayat dari berbagai kalangan menunjukkan betapa besar pengaruh dan rasa hormat yang diberikan kepada KH Amal Fathullah Zarkasyi. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai ulama, pemikir, dan pejuang pendidikan pesantren yang tak kenal lelah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews