Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ribuan jemaah Thoriqoh An Naqsyabandiyah Sumenep dukung Gus Ipul-Puti

Ribuan jemaah Thoriqoh An Naqsyabandiyah Sumenep dukung Gus Ipul-Puti Puti Guntur Soekarno. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ribuan jemaah dan santri Thoriqoh An Naqsyabandiyah se-Madura, Sabtu (31/3) malam menggelar istighosyah kubro di Kompleks Pondok Pesantren Tereaten (Teratai Selatan) Desa Pandean, Kecamatan Sumenep, Kota Sumenep.

Dalam istighosyah kubro itu ribuan jamaah mendoakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Puti) menang dalan pilkada Jatim 2018 ini. Dia bersama ini dipimpin oleh Nyai Juwairiyah Fawaid As'ad, pengasuh pondok pesantren Syalafiyah Syafi'iyah Situbondo.

Menurut ketua tim pemenangan paslon Gus Ipul-Puti wilayah tapal kuda dan Madura ini bahwa pasangan Gus Ipul-Puti adalah pasangan yang sudah mendapat restu dari para kiai sepuh di Jawa Timur.

Pasangan Gus Ipul-Puti ini simbol persatuan. Gus Ipul representasi kaum santri yang mayoritas ada di Jawa Timur. Sementara Puti Guntur Soekarno representasi kaum nasionalis.

"Dukungan para kiai NU pada Gus Ipul merupakan marwah yang harus dijaga. Ini juga harga diri NU harus dijaga," kata Nyai Juwairiyah Fawaid As' ad.

Karena itu, lanjut, Nyai Juwairiyah, bagaimana pun kemenangan harus wajib hukumnya. "Gus Ipul sudah berpengalaman memimpin di pemerintahan, dengan bukti sudah menunjukkan kinerja hasilnya selama mendampingi Gubernur Pak De Karwo," tambah dia.

Kata Nyai Juwairiyah, Puti Guntur ini simbol kedekatan kembali hubungan antara ulama dengan nasional yang pernah terjalin saat Soekarno menjadi presiden.

"Mbak Puti Guntur ini menandakan hubungan antara nasionalis dan ulama mulai bersatu kembali. Dulu Bung Karno selalu minta nasehat para kiai," ucap perempuan yang juga ketua Muslimat NU Situbondo.

Hal senada juga diungkapkan pengasuh Ponpes Terate Selatan KH Abd Rahem Usymuni, majunya Gus Ipul ini atas pilihan, dan dorongan para kiai NU se-Jawa Timur.

Bahkan, saat ditunjuk oleh para kiai, Gus Ipul sempat mengatakan tidak memiliki apa-apa untuk bekal maju di pilgub kali ini. "Dulu saat ditunjuk saja, Gus Ipul pernah bilang ke kita kalo dia tak memiliki bekal maju dalam Pilgub 2018.," kata KH Abd Rahem Usymuni, menirukan ucapan Gus Ipul.

Namun karena dengan keyakinan dan dorongan serta doa dari para kiai sepuh, akhirnya Gus Ipul siap. "Modal kamu (Gus Ipul) dukungan dari kiai se-Jawa Timur. Dan harus ingat pesan kiai, untuk kemajuan, kemakmuran Jawa Timur," kata KH Abd Rahem Usymuni.

Mendapatkan dukungan dan doa dari para kiai, bu nyai dan santri se - Kabupaten Sumenep, Puti mengaku itu sebuah barokah, modal bagi dirinya. "Ini sebuah rahmat dan berkah bagi saya, karena mendapatkan doa dari para santri, kiai dan bu nyai," katanya.

Dalam sambutannya, Puti mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa ini dulu berkat petunjuk para kiai. "Dulu para pejuang selalu mendapat nasehat dari para kiai untuk merebut dari penjajah. Begitu pula kakek saya Bung Karno selalu memohon petunjuk dari para kiai, sehingga hubungan dengan para ulama sangat harmonis," katanya.

Apa hukumnya ulama, santri untuk berjuang dengan kaum nasionalis, berperang, mengusir penjajah? "Jawabannya hukumnya wajib. Dan hari ini, membuktikan sejarah tidak pernah lepas dari peran nasionalis dan religius. Antara Gus Ipul dari religius, dan saya dari nasionalis bersatu berjuang untuk memajukan, menjadikan Jawa Timur makmur," ujar Puti.

Maka dari itu, lanjut Puti, dirinya memohon doa restu para kiai, bu nyai dan santri yang hadir. "Saya mohon doa restunya dan dukung kami Gus Ipul - Puti agar dapat memenangkan pilgub kali ini," ucap Puti. (mdk/hrs)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP