Ribuan Ikan Mati di Pantai Jetis Cilacap Akibat Jaring Payang Nelayan
Merdeka.com - Beberapa hari terakhir warganet dihebohkan dengan kematian ribuan ikan yang terdampar di pantai Cemara Sewu Jetis, Cilacap dekat dengan perairan Kabupaten Kebumen. Berbagai dugaan pun muncul di tengah masyarakat. Mulai dari keracunan atau tercemar limbah hingga fenomena alam.
Sat Polair Polres Kebumen melakukan pemantauan perairan di wilayah Kebumen untuk memastikan sumber persoalan. Kasat Polair Polres Kebumen, Iptu Kawan Panjaitan menjelaskan matinya ribuan ikan yang terdampar di pantai jetis dimungkinkan karena jaring payang nelayan. Jaring payang tersebut robek saat dilakukan pengangkatan.
"Kemungkinan tidak benar jika ikan dibuang di laut oleh nelayan payang sesuai kabar yang beredar di masyarakat. Melalui patroli ini kami selidiki kasus ribuan ikan mati itu. Di laut semua tidak ada kejanggalan," kata Iptu Kawan Panjaitan, Senin (14/10).
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Sarjono menjelaskan ikan-ikan tersebut mati bukan lantaran keracunan, pencemaran atau fenomena alam.
Dari pantauan di lapangan, ikan-ikan mati karena sempat terjaring nelayan. Ikan terperangkap jaring jenis payang, namun sobek saat diangkat ke perahu.
"Jaring payang robek bisa karena ikan yang terjaring sangat banyak. Atau jaringnya sudah lapuk," kata Sarjono.
Jaring Payang adalah jenis jaring tarik tradisional. Perahu-perahu ukuran sedang biasa mengoperasikan jenis jaring ini. Kapasitas jaring mencapai dua hingga tiga ton.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya