Respons Pengusaha Minimarket Soal Wacana Parkir Berbayar di Bekasi

Rabu, 6 November 2019 01:36 Reporter : Adi Nugroho
Respons Pengusaha Minimarket Soal Wacana Parkir Berbayar di Bekasi Alfamart. ©Istimewa

Merdeka.com - Pengusaha toko retail di Kota Bekasi, Jawa Barat tidak keberatan pemerintah daerah menarik pajak parkir di depan tempat usahanya. Dengan begitu, pelayanan parkir gratis secara otomatis tak berlaku lagi menyusul kebijakan baru dari pemerintah tersebut.

"Hari ini Pak Wali telah menyampaikan bahwa apapun yang dilakukan Pemda adalah sesuai aturan yang berlaku, karena dari aturan ini sudah ada undang-undangnya, nanti juga akan ada Perwal-nya dan tidak ada sekecil apapun niat dari Pak Wali melanggar ketentuan yang ada," kata Corporate Affairs Director Alfamart Solihin kepada wartawan di Plasa Pemkot Bekasi, Selasa (5/11).

Ia menanggapi normatif ketika dikonfirmasi ihwal pelayanan parkir gratis akan hilang. "Andaikan itu diimplementasikan, memang ada aturannya. Tapi kalau kita sebagai pengusaha tetap, Anda belanja ya memang gratis, kita tidak akan pernah mengutip biaya parkir," lanjut dia.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyahuti dengan memutuskan pemerintah menunda penarikan pajak parkir di depan minimarket. Pemerintah, kata dia, tengah menyusun skema penarikan supaya tidak mengganggu kenyamanan konsumen.

Ia menganalogikan seorang pengunjung hanya berbelanja obat senilai Rp500 tapi harus membayar parkir Rp6.000. "Berarti enggak nyaman. Itu yang sekarang ini mau kita atur. Ini sedang kita pikirkan," katanya. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini