Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rekonstruksi bom gereja Oikumene hanya diikuti 5 tersangka

Rekonstruksi bom gereja Oikumene hanya diikuti 5 tersangka Rekonstruksi bom gereja oikumene. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Insiden peledakan bom di gereja Oikumene, Jalan Cipto Mangunkusumo, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur yang terjadi November 2016, direkonstruksi Kamis (9/3) sore. Setidaknya 20 adegan diperagakan 5 tersangka peledakan bom di bawah pengawalan ketat Densus 88 antiteror dan Polresta Samarinda.

Rekonstruksi dilakukan di dua lokasi yakni gereja Oikumene dan masjid yang berada tidak jauh dari lokasi gereja. Bagian belakang masjid menjadi tempat tinggal tersangka Juhanda, tempat diskusi para pelaku sebelum akhirnya meracik bahan peledak.

Kegiatan rekonstruksi menyedot perhatian warga sekitar. Namun garis batas polisi, tentu saja membatasi gerak warga yang ingin melihat lebih dekat. Satu per satu tersangka diturunkan dari mobil mobil Brimob Polda Kalimantan Timur, bersama dengan personel Densus 88 antiteror Polri bersenjata lengkap. Warga memerhatikan momen rekonstruksi.

"Rekonstruksi ini untuk mensinkronkan keterangan di berita acara pemeriksaan ya. Ada 20 adegan rekonstruksi," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Reza Arief Dewanto, kepada wartawan, usai kegiatan rekonstruksi sore tadi.

rekonstruksi bom gereja oikumene

Diterangkan Reza, dengan ada rekonstruksi, juga untuk menggambarkan kondisi kejadian di lapangan, antara penyidik Polri dan jaksa penuntut umum (JPU).

"Dengan sinkronisasi keterangan saksi, dengan kejadian di lapangan, juga menggambarkan kejadian di lapangan. Tidak lagi berupa persepsi antara penyidik dan jaksa," ujar Reza.

Kasus peledakan bom Oikumene telah menetapkan 7 tersangka, namun saat rekonstruksi hanya melibatkan 5 tersangka. Reza beralasan baru lima tersangka yang berkasnya sudah siap.

rekonstruksi bom gereja oikumene

Diketahui, peledakan bom di depan gereja Oikumene, terjadi 13 November 2016 lalu, di tengah umat kristiani menjalankan ibadah Minggu. Empat anak balita menjadi korban, seorang diantaranya meninggal dunia.

Dari penyelidikan dan penyidikan kepolisian, telah menetapkan 7 tersangka, yang sempat dibawa ke Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Akhirnya, kepolisian melakukan rekonstruksi peristiwa menyedihkan di hari itu.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP