Dua kelompok penambang diduga terlibat baku tembak akibat perebutan penguasaan sumur minyak ilegal di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Meski sempat memicu ketegangan, insiden tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa.
Baku tembak terjadi di kawasan hak guna usaha PT Hindoli beberapa hari sebelum terjadi ledakan dan kebakaran hebat di sebelas sumur minyak di areal itu. Ledakan menyebabkan 4,2 hektare kebun sawit hangus terbakar.
Dari penyelidikan, polisi melakukan penangkapan terhadap salah seorang pelaku baku tembak. Dia adalah R selaku pemilik usaha sumur minyak yang disengketakan.
"Salah seorang pelaku sudah tertangkap dan sekarang masih dalam pemeriksaan," ungkap Kasubdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel AKBP Ahmad Budi Martono, Selasa (14/4).
Advertisement
Para Pelaku Baku Tembak
Budi mengatakan, petugas memerlukan waktu cukup lama untuk mengungkap para pelaku baku tembak. R sendiri kabur ke beberapa tempat untuk menghindari kejaran polisi.
Petugas mendapati pulang ke rumahnya di Musi Banyuasin hingga dilakukan penangkapan tanpa perlawanan.
"Tersangka sebelumnya kabur ke Jambi dan beberapa tempat lain setelah kejadian," kata Budi.
Budi menyebut kedua kelompok tersebut diduga terlibat perselisihan cukup lama karena memperebutkan lahan sumur minyak tersebut. Polisi masih memburu sejumlah pelaku lain, baik dalam aksi baku tembak.
Advertisement
Kebakaran Hebat
Terkait ledakan dan kebakaran hebat di sebelas umur minyak ilegal pada 31 Maret 2026 lalu, polisi masih melakukan penyelidikan. Penyidik belum mengaitkan R dengan kejadian tersebut karena masih dalam pengembangan.
"Untuk kasus sebelas sumur yang terbakar masih lidik," kata Budi.
Diberitakan sebelumnya, ebakaran hebat terjadi usai sebelas sumur minyak ilegal di Musi Banyuasin, meledak di lahan HGU PT Hindoli, Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang, Musi Banyuasin, Selasa (31/3) pukul 20.00 WIB. Api berasal dari salah satu sumur di area tebing yang kemudian menyambar tempat penampungan minyak mentah di sekitarnya.
Api yang membesar merambat mengikuti aliran minyak hingga ke area bawah tebing. Akibatnya, ledakan hebat terjadi di sepuluh sumur lainnya.
Tak hanya sebelas sumur, ledakan juga mengakibatkan barang-barang milik pekerjanya dan warung terbakar. Dari pendataan, sedikitnya 8 unit mobil pickup terbakar, 1 unit truk, dan belasan sepeda motor hangus terbakar.
PT Hindoli juga melaporkan kebakaran menyebabkan kerusakan lahan HGU kebun sawit seluas 4,2 hektare. Polisi telah memasang garis polisi untuk mencegah pekerja terjadinya kebakaran susulan.
Dari informasi yang dikumpulkan, polisi telah mengantongi identitas empat pemilik usaha, yakni inisial M, R, K, dan I. Petugas juga menyisir para pekerja yang kabur setelah kejadian untuk dimintai keterangan.