Kapolri di BEI: Tim Bareskrim Bergerak Soal Dugaan Pidana Pasar Modal

Kapolri memerintahkan tim Bareskrim menindaklanjuti dugaan pidana pasar modal di BEI. Penindakan disebut berbasis alat bukti. Simak keterangan lengkapnya.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi- Reporter
Kapolri di BEI: Tim Bareskrim Bergerak Soal Dugaan Pidana Pasar Modal
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Jakarta, Kamis (15/10/2026). (Foto: Liputan6.com/Tisha Maulida Fazriah).

Polri menyiapkan langkah penyelidikan atas dugaan pelanggaran pidana di pasar modal. Tim Bareskrim akan menindaklanjuti setiap informasi dan pengaduan yang diterima, sementara penyidik mengumpulkan alat bukti sebelum penindakan.

“Kami dari Polri tentunya akan menurunkan tim dari Bareskrim Polri sesuai dengan informasi dan pengaduan yang kami dapatkan, adanya dugaan pelanggaran maupun tindak pidana pasar modal,” kata Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di BEI, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

“Dan tentunya dengan alat bukti yang kami akan kumpulkan, kami akan melakukan tindakan yang tegas dalam rangka memberikan kepastian hukum terkait dengan permasalahan di dunia pasar modal ini,” ujarnya.

IHSG Melemah Tajam di Sesi Kedua

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan hingga awal sesi kedua perdagangan Jumat (16/10/2026). Pelemahan terjadi di tengah seluruh sektor saham yang kompak berada di zona merah.

Mengutip data RTI, pada pukul 14.29 WIB IHSG turun 11,02% menjadi 5.217. Indeks saham LQ45 melemah 12,93% ke 513,46. Seluruh indeks acuan kompak tertekan.

Pada sesi kedua, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.404,50 dan terendah 5.193,22. Sebanyak 781 saham melemah, sembilan saham menguat, dan satu saham stagnan. Total frekuensi perdagangan 1.689.449 kali dengan volume 58,1 miliar saham. Nilai transaksi harian mencapai Rp 21,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.000.

Secara sektoral, seluruh sektor tertekan. Sektor basic turun 13,175 dan menjadi koreksi terdalam. Sektor energi melemah 11,89%, industri turun 11,49%, consumer nonsiklikal susut 9,4%.

Adapun sektor consumer siklikal terperosok 10,69%, kesehatan turun 10,19%, keuangan melemah 9,18%. Sektor properti turun 9,73%, teknologi susut 7,12%, infrastruktur merosot 12,96%, dan transportasi turun 9,8%.

Di jajaran emiten, saham CLEO melemah 8,37% ke Rp 394 per saham. Harga pembukaan di Rp 398 dari penutupan sebelumnya Rp 430, dengan rentang harian tertinggi Rp 412 dan terendah Rp 368. Total frekuensi 2.840 kali, volume 297.056 saham, dan nilai transaksi Rp 11,8 miliar.

Harga saham DSSA turun Rp 715 per saham. Rentang hariannya tercatat tertinggi Rp 715 dan terendah Rp 715 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.311 kali dengan volume 3.880.863 saham. Nilai transaksi harian Rp 334,5 miliar.

Rekomendasi