Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat 244 titik panas atau hotspot berstatus high confidence di wilayah Indonesia hingga Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Data ini berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi).
Dalam unggahan Kemenhut melalui akun Instagram @kemenhut dalam Forest Update, Rabu (14/10/2026) disebutkan bahwa Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 65 titik, disusul Sumatera Selatan dengan 59 titik.
Penurunan terbesar tercatat di Kalimantan Selatan dari 113 menjadi sembilan titik, sedangkan Kalimantan Barat turun dari 31 menjadi 15 titik. Di Jambi jumlah hotspot berstatus high confidence turun dari 24 titik menjadi nihil, dan Riau tetap tidak mendeteksi hotspot dalam kategori tersebut.
"Jumlah tersebut turun 841 titik atau sekitar 77,5 persen dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 1.085 hotspot," demikian keterangan Kemenhut.
Upaya penanganan karhutla terus dilakukan melalui penyekatan, pembasahan, pemadaman, mopping up atau penuntasan sisa kebakaran, serta pendinginan.
"Hotspot adalah indikator awal dari anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot, karena itu setiap indikasi tetap harus diverifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan," kata Kemenhut.
Advertisement
Kualitas Udara
Penanganan melibatkan Manggala Agni bersama TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya.
Di tengah penurunan jumlah hotspot, Kemenhut juga mengingatkan bahwa kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan masih perlu diwaspadai.
Sejumlah bagian Sumatera dan Kalimantan kualitas udaranya tercatat tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Bahkan, secara lokal terdapat area dalam kategori berbahaya.
"Jika kondisi udara memburuk, kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker apabila beraktivitas di luar," ucap Kemenhut.