Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti dugaan praktik mafia pangan di balik anomali harga sejumlah komoditas utama, mulai dari ayam, telur, beras, hingga minyak goreng.
Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Polri dan Kejaksaan Agung memberikan perhatian penuh serta membantu Mentan memberantas mafia pangan.
"Maksimalkan seluruh aspek penegakan hukum, mulai dari pengawasan, pencegahan, hingga penindakan. Jangan sampai praktik seperti ini terus dibiarkan dan makin merugikan masyarakat, petani, dan peternak lokal. Karena mereka ini sudah lama jadi hama, domino effect-nya berbahaya sekali bagi ekonomi, mereka memanipulasi pasar," kata dia, Selasa (13/10/2026).
Politikus NasDem itu menuturkan, pemberantasan mafia pangan penting untuk menjaga agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan.
"Karena dari yang sudah-sudah, mafia pangan inilah salah satu biang kerok yang merusak harga pasar, mengacaukan keseimbangan pasokan dan permintaan, lalu ujung-ujungnya mematikan petani dan peternak kita sendiri. Maka negara harus hadir memberantas parasit ini," tutupnya.
Advertisement
Mentan Amran Endus Dugaan Mafia Pangan di Balik Anomali Harga Ayam hingga Beras
Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman menyoroti dugaan praktik mafia pangan di balik anomali harga sejumlah komoditas utama, mulai dari ayam, telur, beras, hingga minyak goreng. Ia meminta aparat penegak hukum menindak tegas dugaan permainan harga yang dinilai merugikan produsen maupun konsumen.
Amran menilai kondisi harga ayam dan telur saat ini sangat janggal. Pasalnya, para peternak mengeluhkan harga jual di tingkat produsen yang anjlok, sementara konsumen di pasar tetap harus membayar dengan harga tinggi. Situasi anomali ini terjadi meski stok pasokan pangan nasional dipastikan melimpah.
"Ini dulu kalau stok tidak ada, harga naik. Nah, sekarang lebih anomali benar, karena yang punya ayam, produsen ayam dan telur itu demo kemarin karena harga turun, hancur," kata Amran dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2026 di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Menurut Amran, harga ayam dan telur di tingkat peternak menyusut hingga di kisaran Rp 20.000, sedangkan harga di tingkat konsumen melambung tinggi mencapai Rp 40.000 hingga Rp 50.000. Ia menduga kuat adanya celah bermasalah dalam rantai distribusi yang memicu disparitas harga extrem tersebut.
"Selama tidak diberesi, ini kerja kita terus," tegasnya.