Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak akan mengizinkan Konser Israel Houghton di Indonesia.
Ia menyebut pemerintah tidak mempersoalkan agama maupun nama sang musisi asal Amerika Serikat. Fokus pemerintah, menurut Yusril, adalah dugaan bahwa pertunjukan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik yang mendukung Israel.
"Yang menjadi concern pemerintah adalah kegiatan musik ini ditengarai dimanfaatkan untuk melakukan suatu kampanye politik untuk mendukung Israel," ujar Yusril kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Yusril menilai dugaan itu tidak sejalan dengan politik luar negeri Indonesia serta dukungan pemerintah terhadap perjuangan rakyat Palestina menuju kemerdekaan. Selain itu, aspek keamanan dalam negeri juga menjadi pertimbangan.
Advertisement
Belum Ada Permohonan, Pemerintah Siapkan Sikap
Yusril mengatakan hingga kini panitia belum mengajukan izin penyelenggaraan konser di Jakarta. Meski begitu, pemerintah telah mengantisipasi jika permohonan itu diajukan di kemudian hari.
"Kalau misalnya diajukan permohonan untuk melakukan pertunjukan dan kemudian juga memohon visa, maka permohonan izin pertunjukan dan visa itu tidak akan diberikan," tegas Yusril.
Israel Houghton bersama grup musik Israel & New Breed dijadwalkan tampil di Jakarta pada 24 Oktober 2026 dalam rangkaian tur Til The Whole World Knows Tour 2026.
Sebelumnya, rencana konser tersebut menuai sorotan publik dan seruan boikot terkait sikap politik Houghton terhadap Israel. Sejumlah pemberitaan juga menyebut adanya perubahan lokasi pertunjukan. Yusril mengatakan pemerintah masih memantau kepastian lokasi konser tersebut.