Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Budi Gunawan menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Wantimpres usai pelantikannya. Ia menekankan fokus penugasan pada pengawalan dan penguatan program prioritas pemerintah agar dampaknya dirasakan masyarakat.
"Ada beberapa penugasan yang tentu nanti harus kami dalami, petakan, dan terutama di program-program prioritas Bapak Presiden yang harus kita kawal dan kita perkuat agar sukses dan lebih dirasakan oleh masyarakat. Kira-kira arahnya seperti itu," kata Budi Gunawan usai dilantik menjadi anggota Wantimpres di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (2/10).
Menurut dia, komposisi Wantimpres yang berjumlah 26 orang tengah menyiapkan langkah-langkah kerja untuk mensukseskan program prioritas Presiden Prabowo. Ia juga meminta dukungan dari berbagai pihak.
"Sambil jalan nanti kita masih konsolidasi, untuk menata maupun menentukan langkah-langkah penugasan ke depan. Kira-kira seperti itu. Lain-lain tidak ada, mohon doanya, semoga lancar dan sukses, serta lebih baik. Untuk bangsa dan negara," tutur dia.
Advertisement
Susunan 26 Anggota Wantimpres Pilihan Prabowo
Budi Gunawan dikenal memiliki pengalaman di bidang kepolisian dan intelijen. Ia pernah menjabat Kapolda Bali pada 2012, Wakapolri pada 2015–2016, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada 2016–2024, hingga Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pada 2024–2025.
Sebelumnya, Presiden Prabowo resmi melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara Jakarta, Jumat (2/10/2026). Total ada 26 anggota Dewan Pertimbangan di pemerintahan Prabowo.
Pratikno ditunjuk sebagai ketua merangkap anggota, Hatta Rajasa sebagai wakil ketua, dan Muhammad Qodari sebagai sekretaris. Anggota lainnya antara lain Shinta Nuriyah Wahid (istri Presiden keempat RI), Anwar Usman (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi/MK), Quraish Shihab (tokoh agama), dan Yahya Cholil Staquf (mantan Ketua PBNU).
Berikut 26 tokoh yang dilantik menjadi Dewan Pertimbangan Presiden:
- Pratikno, sebagai Ketua merangkap anggota
- Muhammad Hatta Rajasa, sebagai Wakil Ketua merangkap anggota
- Muhammad Qodari, sebagai Sekretaris merangkap anggota
- Sinta Nuriyah Wahid, sebagai anggota
- Muhammad Quraish Shihab, sebagai anggota
- Agum Gumelar, sebagai anggota
- Chairul Tanjung, sebagai anggota
- Said Aqiel Siradj, sebagai anggota
- Anwar Iskandar, sebagai anggota
- Yahya Cholil Staquf, sebagai anggota
- Jusuf Wanandi, sebagai anggota
- Budi Gunawan, sebagai anggota
- Bambang Soesatyo, sebagai anggota
- Salim Segaf Al-Jufri, sebagai anggota
- Soekarwo, sebagai anggota
- Dato' Sri Tahir, sebagai anggota
- Rocky Gerung, sebagai anggota
- Ida Bagus Purwalaksana, sebagai anggota
- Philip Kuncoro Wijaya, sebagai anggota
- Budi Santoso Tanuwibowo, sebagai anggota
- Anwar Usman, sebagai anggota
- Mohamad Hatta, sebagai anggota
- Jusuf Hamka, sebagai anggota
- Margarito Kamis, sebagai anggota
- Jacky Manuputty, sebagai anggota
- Ignasius Jonan, sebagai anggota