Seorang anak perempuan yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar (SD) di Kota Medan menjadi korban penganiayaan. Penganiayaan itu viral di media sosial setelah tiga pelaku yang masih berstatus sebagai pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Tak hanya dianiaya, korban juga trauma hingga enggan bersekolah akibat diancam akan ditabrak menggunakan becak oleh orang tua salah seorang pelaku.
Wakapolsek Medan Kota, AKP Harles Gultom, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, pada Selasa (22/9) pekan lalu, sekitar pukul 20.00 WIB.
"Korban dan para pelaku merupakan anak di bawah umur yang bertetangga," ujar Harles, Selasa (29/9).
Advertisement
Duduk Perkara
Harles menjelaskan insiden bermula dari adu mulut atau cekcok antara korban dan para pelaku. Perselisihan tersebut kemudian berujung pada tindakan penganiayaan secara bersama-sama.
"Awal permasalahan terjadi cekcok antara korban dan para pelaku sehingga terjadi penganiayaan. Korban dipukul oleh tiga orang pelaku hingga mengalami luka-luka," ujar Harles.
Kondisi korban kian memprihatinkan setelah orang tua salah satu pelaku ikut mengintervensi dengan melontarkan ancaman fisik. Orang tua pelaku mengancam akan menabrak korban menggunakan becak jika korban nekat berangkat ke sekolah.
"Hal itu membuat korban ketakutan sehingga korban enggan sekolah," ucap Harles.
Kasus dugaan perundungan dan penganiayaan tersebut kini sedang ditangani oleh Polsek Medan Kota. Polsek Medan Kota juga telah ke lokasi kejadian dan meminta keterangan terhadap korban.
Seperti diketahui penganianyaan tersebut viral di media sosial. Pada video yang beredar terlihat korban mengenakan baju berwarna merah muda dianiaya berulang kali hingga tersungkur oleh pelaku. Setelah tersungkur, pelaku lain langsung menganiaya korban. Mirisnya, para pelaku menuding korban yang menangis sedang berpura-pura.