Pernah Tangkap Hercules, Brigjen Hengki Haryadi Kini Jadi Kapolda Papua Barat Daya

Nama Hengki pernah menjadi perhatian publik karena rekam jejaknya dalam menangani sejumlah kasus yang melibatkan Hercules.

Dimas Ramadhan Wicaksana
Pernah Tangkap Hercules, Brigjen Hengki Haryadi Kini Jadi Kapolda Papua Barat Daya
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Brigjen Pol Hengki Haryadi mendapat penugasan baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya dalam mutasi terbaru di lingkungan Polri.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP./2026 yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026. Sebelumnya, Hengki menjabat sebagai Wakapolda Riau.

Penugasan baru ini membawa Hengki kembali ke posisi strategis setelah sebelumnya memiliki pengalaman di sejumlah jabatan reserse dan kewilayahan.

Nama Hengki juga pernah menjadi perhatian publik karena rekam jejaknya dalam menangani sejumlah kasus yang melibatkan Rosario de Marshall alias Hercules.

Pada 2013, ketika menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat, Hengki menangkap Hercules terkait kasus pemerasan dan kekerasan terhadap warga di Kebon Jeruk.

Lima tahun kemudian, Hengki kembali berhadapan dengan Hercules. Saat itu, Hengki menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat dan kembali menangkap Hercules bersama sejumlah anak buahnya.

Penangkapan tersebut berkaitan dengan dugaan aksi teror dan intimidasi terhadap warga di wilayah Kalideres.

Dalam mutasi terbaru, posisi Wakapolda Riau yang ditinggalkan Hengki akan diisi Brigjen Pol Simson Zet Ringu. Simson sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo.

Sementara itu, posisi Wakapolda Gorontalo akan ditempati Kombes Pol Dedy Suhartono yang sebelumnya bertugas di Korlantas Polri.

 

Penjelasan Polri soal Mutasi

Mutasi dan rotasi tersebut merupakan bagian dari pembinaan organisasi dan karier personel Polri. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan penempatan personel pada jabatan baru mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, pengalaman, dan tantangan tugas.

“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Rekomendasi