Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengajak seluruh elemen bangsa terus mempererat persatuan dan kesatuan nasional melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah.
Pesan kebangsaan ini mengemuka dalam gelaran Zikir dan Doa Kebangsaan bertajuk 'Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur' di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8).
Ketua BAZNAS, Sodik Mudjahid menegaskan bahwa zakat memiliki peran ganda sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Zakat bukan hanya sekadar kewajiban ibadah ritual, melainkan instrumen kebangsaan yang sangat ampuh untuk mempererat tali persaudaraan, merekatkan kebhinekaan, serta menyejahterakan umat secara adil dan merata," kata Sodik.
Sodik menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum menguatkan nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, dan gotong royong melalui gerakan zakat sebagai ikhtiar bersama mewujudkan kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar turut mengapresiasi pengelolaan zakat dilakukan lembaga-lembaga filantropi di Indonesia. Menurutnya, pengelolaan filantropi dan zakat nasional terus menunjukkan perkembangan positif.
"Bapak, Ibu sekalian, pengelolaan keuangan sosial keagamaan terus menunjukkan kinerja yang positif. Pada 2025, penghimpunan zakat nasional tumbuh 12 persen menjadi Rp44,6 triliun yang memberikan manfaat kepada 140 juta mustahik," kata Nasaruddin.
Menurut dia, seluruh pencapaian itu bukan garis akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara.
Kegiatan dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah ini digelar dalam rangka meneguhkan rasa syukur atas HUT ke-81 Republik Indonesia. Rangkaian acara diisi dengan salat magrib berjamaah, pembacaan selawat diiringi hadrah, zikir bersama, hingga doa untuk keselamatan bangsa dan kemajuan Indonesia.