Heboh Kebakaran Karena Prewed, Ini Cara Izin Resmi Foto Nikah di Gunung Bromo

Ada sejumlah aturan yang harus dipatuhi pengunjung untuk melakukan prewedding di kawasan Bromo.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Heboh Kebakaran Karena Prewed, Ini Cara Izin Resmi Foto Nikah di Gunung Bromo
Heboh Kebakaran Karena Prewed, Ini Cara Izin Resmi Foto Nikah di Gunung Bromo (Merdeka.com)

Ada aturan yang harus dipatuhi untuk melakukan prewedding di Bromo.

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Bukit Teletubbies area Savana Kawasan Wisata Gunung Bromo dipicu oleh tindakan ceroboh pengunjung. Serombongan pengunjung tidak mematuhi ketentuan barang bawaan seperti yang tercantum saat pemesanan tiket.

Hasil pemeriksaan, Manajer Wedding Organizer (WO) sekaligus fotografer, Andrie Wibowo Eka Wardhana (AW) diduga menyalakan flare guna kepentingan foto prewed. Akibat tindakan tersebut, AW ditetapkan sebagai tersangka, sementara kliennya yakni HP (39) dan PMP (26) masih menjalani pemeriksaan.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menegaskan, peraturan dan larangan tercantum dalam sistem pemesanan tiket. Saat pengunjung melakukan pendaftaran secara online wajib membaca dan mematuhi ketentuan yang tercantum. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Peraturan dan larangan sudah kami cantumkan di saat pengunjung melakukan pendaftaran. Karena seluruh penjualan karcis masuk diwajibkan online besar harapan kami seluruh aturan dipahami oleh calon pembeli," kata Septi Eka Wardhani, Kepala Bagian Tata Usaha (TU) Balai Besar TNBTS di Malang, Jumat (8/9).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Peraturan dan larangan tercantum di https://bookingbromo.bromotenggersemeru.org/home/peraturan. Sebanyak 19 poin peraturan dan 15 poin larangan yang seharus wajib dipahami dan dipatuhi pengunjung.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain itu, BB TNBTS juga menyampaikan imbauan terkait peraturan dan larangan tersebut melalui berbagai platform media sosial. Sehingga dapat menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat luas, khususnya peda pengunjung. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Kami terus mengimbau ke semua pengunjung melalui medsos kami, seperti saat ini dalam kondisi rawan kebakaran hal-hal yang dapat terjadinya kebakaran terus kami ingatkan," terang Septi.

Izin Foto Prewedding

Izin Foto Prewedding
Dok. Istimewa

Hasil penyelidikan polisi juga diketahui, para pelaku masuk kawasan Bukit Teletubbies tanpa izin. Saat memesan tiket pengunjung akan dimintai tujuan site sebagaimana poin tersebut di atas. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebagai penanggung jawab WO, AW seharusnya terlebih dulu mengantongi surat izin masuk kawasan konservasi (Simaksi) Komersil. Izin tersebut harus diajukan kepada petugas di loket pintu masuk sebelum melakukan sesi pemotretan di lokasi. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Sedangkan untuk prewedding, pengunjung diwajibkan melakukan izin terlebih dahulu kepada petugas di pintu masuk. Karena nanti akan diberikan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) Komersil senilai Rp250.000 untuk kegiatan tersebut," jelasnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Namun demikian diakui, petugas tidak melakukan pemeriksaan satu per satu kepada para pengunjung maupun barang bawaannya. Saat memesan tiket pengunjung wajib cheklist persyaratan dan persetujuan. 

Poin yang dicheklist di antaranya: 

- Menunjukkan Bukti Booking Online dengan Scan QRcode di pintu masuk (melalui Hp atau bukti cetak booking online).
- Membawa Fotocopy KTP/KTM/ dan Paspor yang masih berlaku.
- Sudah divaksin (minimal dosis pertama) dengan menunjukkan sertifikat vaksin atau swab antigen/pcr sesuai ketentuan.
- Batasan usia pengunjung menyesuaikan peraturan pada masa pandemi Covid 19.
- Mematuhi SOP Kunjungan di kawasan konservasi dan aturan pada masa Pandemi Covid (Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat).
- Menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk cek status vaksin.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Tidak Pak (diperiksa satu-satu), karena pasti akan lama. Berbeda dengan pendakian Semeru. Kami hanya meletakkan beberapa papan himbauan untuk tidak menyalakan api di titik-titik strategis," tutup Septi.

Rekomendasi