Kronologi Polisi Tembak dan Tikam Debt Collector di Palembang

Penganiayaan diduga dipicu karena pelaku tidak terima mobilnya yang menunggak dirampas korban.

Budi Yansah
Oleh Budi Yansah - Reporter
Kronologi Polisi Tembak dan Tikam Debt Collector di Palembang
Kronologi Polisi Tikam dan Tembak Dua Debt Collector di Palembang (© 2024 merdeka.com)

Penganiayaan diduga dipicu karena pelaku tidak terima mobilnya yang menunggak dirampas korban.

Seorang anggota kepolisian Aiptu FB diburu keberadaannya karena menganiaya dua debt collector.

Seorang anggota kepolisian Aiptu FB diburu keberadaannya karena menganiaya dua debt collector.<br>
© 2024 merdeka.com

Pemicunya diduga karena tak terima mobilnya yang menunggak dirampas korban.

Kronologi

Peristiwa itu bermula saat kedua korban, DD (51) dan RB (35), mendapati mobil Toyota Avanza yang tengah mereka cari terparkir di parkiran pusat perbelanjaan di Jalan POM X Palembang, Sabtu (23/3) siang.

Mereka mengecek nomor polisi di mobil itu tidak terdata di Samsat online.

Pelaku Tak Senang Mobil Dicek

Pelaku Tak Senang Mobil Dicek<br>
© 2024 merdeka.com

Ketika dicek rangka dan nomor mesin, mobil tersebut ternyata cocok dengan yang dicari lantaran masuk dalam daftar kredit macet. Merasa tak senang, Aiptu FN mencoba kabur dan menabrakkan mobilnya ke mobil lain tetapi diadang korban.

Pelaku Keluar Mobil Aniaya Korban

Aiptu FN lantas keluar dari mobil dan mengeluarkan senjata api dari pinggang dan menembakkannya ke arah RB. Tembakan dari jarak dekat itu tidak mengenai korban.

Lantas pelaku memukul RB dengan senjata itu yang mengenai kepalanya. Semakin emosi, pelaku mengambil pisau dari mobilnya dan mengejar DD.

Korban Dirawat di Rumah Sakit

Korban terjatuh dan saat itulah pelaku menikam korban berkali-kali yang mengenai leher, punggung, bahu kiri dan lengan kiri. Kedua korban dilarikan ke rumah sakit tak jauh dari TKP.


"Untuk jelasnya nanti karena masih penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sunarto, Minggu (24/3).

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Sunarto mengakui pelaku adalah anggota kepolisian. Dia bertugas di Samapta Polres Lubuklinggau.

Rekomendasi