Nasi padang telah ada sejak zaman kolonial Belanda, tepatnya sekitar abad ke-20
Advertisement
Saat itu Belanda membuat jalur transportasi pada masa PRRI di Bukittinggi. Dengan pusat perekonomian yang berada di Kota Padang membuat Belanda harus membuat jalur yang memudahkan proses niaga barang.
Advertisement
Pada setiap pos peristirahatan, terdapat rumah makan yang menjual nasi dengan beraneka ragam lauk pauknya dan sayuran. Konsep nasi padang yang dibungkus kala itu diperuntukkan oleh para bangsawan yang ingin berniaga dari Bukittinggi ke Kota Padang.
Restoran itu bernama Padangsche Restaurant yang diambil dari bahasa Belanda. Nasi yang dijual pun dinamakan dengan nama nasi padang.
Advertisement
Hingga berjalannya waktu, nasi padang pun dapat dinikmati oleh kaum pribumi. Para penjual nasi padang umumnya membungkus nasi dengan beragam sayur dan lauknya.
Untuk kaum pribumi, biasanya porsi yang diberikan oleh penjual lebih banyak supaya nasi padang bisa dinikmati secara bersama-sama oleh keluarga di rumah.
Advertisement
Menu khas nasi padang ada ayam pop, rendang, gulai tunjang, cincang, dendeng batako dan menu lainnya.
Hampir semua orang suka masakan padang
Eksistensi rumah makan padang memang telah melegenda sejak dulu. Salah satu dokumentasi rumah makan padang oleh Situs KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal Land- en Volkenkunde) menunjukkan bahwa mulanya rumah makan padang didirikan di bawah sebuah tenda, mirip seperti penjual nasi kapau tradisional di Bukittinggi.
Advertisement